Menghadapi Perubahan Algoritma Google

Selasa, 21 April 2015 - 21:11 WIB
Menghadapi Perubahan...
Menghadapi Perubahan Algoritma Google
A A A
JAKARTA - Upaya Google dalam melakukan inovasi mesin pencari (search engine) terus dilakukan setiap tahun. Pada hari ini, Google kembali melakukan perubahan besar pada algoritma mesin pencarian mereka. Perubahan ini mau tidak mau harus diikuti para pemilik situs agar bisa masuk algoritma Google.

Pada tahun sebelumnya dalam update algoritma, Google selalu memberikan pengaruh terhadap mesin pencarian secara signifikan, seperti algoritma Panda, Penguin dan Hammingbird.

Pada April tahun ini, Google akan meng-update kembali algoritma menjadi lebih mobile-friendly. Tujuan dari update ini adalah untuk memudahkan para pengguna mobile phone dalam melakukan pencarian di mesin Google sehingga tampilan situs dapat dilihat dalam tampilan mobile.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para praktisi SEO untuk mengoptimalisasi tampilan dan menyesuaikan websitenya agar bisa diterima oleh algoritma Google mobile friendliness.

Pada setiap perubahan algoritma Google terdapat kelebihan dan kelemahan khususnya pada perubahan algoritma mobile friendliness ini.

Anggriawan Sugianto, chief technology officer (CTO) Suitmedia, perusahaan konsultan digital pengembangan aplikasi web danmobile mengemukakan, ada dua pihak yang akan mendapatkan manfaat dari perubahan algoritma ini. Pertama, pengguna search engine akan mendapatkan user experience yang lebih baik ketika menggunakan piranti mobile karena situs yang akan direkomendasikan oleh Google sudah dioptimasi untuk piranti mobile.

Kedua, pemilik situs yang sudah mobile-friendly akan mendapati kenaikan ranking untuk keyword-keyword yang terkait dengan kontennya.

Adapun pihak yang dirugikan, lanjut dia, adalah pemilik situs-situs yang belum dioptimasi piranti mobile. Untuk itu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

"Pertama, pastikan situs Anda sudah mobile-friendly atau tidak dengan mengeceknya secara manual dari source code situs Anda, atau menggunakan tool Mobile-Friendly Test dan Mobile Usability Report dari Google. Jika situs Anda belum mobile-friendly. Ada dua pendekatan yang bisa Anda lakukan, yaitu adaptive web design dan responsive web design," terangnya, dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Selasa (21/4/2015).

Melalui pendekatan adaptive web design, lanjut dia, akan memiliki dua atau lebih situs yang berbeda. Satu dengan fitur yang lengkap untuk disajikan ke pengunjung yang menggunakan piranti desktop atau laptop, dan satu lagi situs dengan fitur terbatas yang sudah diminimalisir untuk kebutuhan piranti mobile. "Dengan pendekatan ini, situs Anda akan disajikan secara otomatis (dynamic serving) tergantung melalui piranti apa pengguna mengaksesnya," jelas Anggriawan.

Pendekatan kedua adalah menggunakan responsive web design. Pemilik tidak perlu mempunyai dua situs atau lebih, cukup satu situs yang bisa menyesuaikan tampilannya sendiri secara otomatis, tergantung piranti atau ukuran layar dengan cara memanfaatkan teknologi CSS terbaru. "Investasi yang Anda perlukan pun cukup satu kali saja untuk bisa mencakup berbagai macam ukuran layar," tandasnya.
(dmd)
Berita Terkait
Dunia Kerja Masa Depan...
Dunia Kerja Masa Depan Kian Menantang, HP Indonesia Gelar Edukasi STEM untuk Pelajar
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus,...
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus, Bukan untuk Tim Mendang Mending
Microsoft Jadi Pembeli...
Microsoft Jadi Pembeli Potensial Discord Inc
Google.org Umumkan Pendanaan...
Google.org Umumkan Pendanaan Edukasi AI dan Ketahanan Pangan untuk 6 juta Orang di Asia Tenggara
Google Luncurkan Inovasi...
Google Luncurkan Inovasi AI untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Indonesia
Milad 9 Tahun Berkarya,...
Milad 9 Tahun Berkarya, KHALIFA Canangkan #BangkitBersamaCorona
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
1 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
2 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
7 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
7 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
8 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
8 jam yang lalu
Infografis
Paus Fransiskus, Pembawa...
Paus Fransiskus, Pembawa Perubahan dan Keterbukaan Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved