Waspada! Gamer Kini Bisa Diperas Pembajak
Jum'at, 13 Maret 2015 - 11:23 WIB
Waspada! Gamer Kini Bisa Diperas Pembajak
A
A
A
WASHINGTON - Kejahatan di dunia cyber semakin marak. Para pembajak (hacker) telah menghasilkan jutaan dollar selama bertahun-tahun. Para ahli mengatakan, kini para pembajak juga memiliki kemampuan membajak para pemain game (gamer).
Dikutip dari Businessinsider, Jumat (13/3/2015), sebelumnya pemerasan yang dilakukan hacker di Bitcoins disebut dengan Ransomware. Pemerasan tersebut dilakukan dengan cara, jika Anda mengunjungi sebuah situs web hack atau men-download sebuah file jahat, kemudian mengenkripsi file di komputer.
Mereka (para hacker) tidak akan memberikan semua data-data yang telah dienkripsi, sampai Anda membayar sejumlah uang ke rekening yang ditunjuk. Hal ini biasanya berbahaya bagi mereka yang kerap mengunjungi situs-situs porno.
Tidak sedikit dari mereka (para korban) yang menjadi korban dari pemerasan jenis ini selama bertahun-tahun. Bahkan, kantor polisi juga sempat menjadi korban yang terpaksa membayar sejumlah uang.
Sekarang dua peneliti keamanan Vadim Kotov dari Bromium Labstelah, menemukan jenis Ransomware baru yang masuk melalui file Flash, atau melalui celah di Internet Explorer. Kemudian secara khusus menargetkan video game.
Jika ingin permainan Anda kembali, semua nilai yang tinggi, dan data pertandingan lain yang terkait kembali. Caranya hanya satu, dengan membayar.
"Kami belum melihat Gamer yang ditargetkan oleh Ransomware sampai sekarang," tulis sebuah posting blog tentang Ransomware tersebut. Dan buat Anda yang bukan seorang Gamer, setidaknya tetap mengunci file lain di komputer, termasuk iTunes, dokumen Office, dan perangkat lunak keuangan Anda.
Bentuk baru dari malware, yang disebut TeslaCrypt, ditemukan oleh Fabian Wosar dari Emsisoft pada akhir Februari, menurut sebuah posting di Bleeping Komputer. Aksi ini terjadi di sekitar 40 video game, termasuk game populer single-player seperti Call of Duty, Star Craft 2, Diablo, Fallout 3, Minecraft dan lainnya.
Para pembajak itu juga menargetkan sekelompok game online populer, seperti World of Warcraft, League of Legends, dan beberapa game dari Valve. Beberapa pihak menyampaikan pendapat terkait hal ini, karena data gamer banyak dari streaming game, sebenarnya disimpan pada PC Anda.
Dikutip dari Businessinsider, Jumat (13/3/2015), sebelumnya pemerasan yang dilakukan hacker di Bitcoins disebut dengan Ransomware. Pemerasan tersebut dilakukan dengan cara, jika Anda mengunjungi sebuah situs web hack atau men-download sebuah file jahat, kemudian mengenkripsi file di komputer.
Mereka (para hacker) tidak akan memberikan semua data-data yang telah dienkripsi, sampai Anda membayar sejumlah uang ke rekening yang ditunjuk. Hal ini biasanya berbahaya bagi mereka yang kerap mengunjungi situs-situs porno.
Tidak sedikit dari mereka (para korban) yang menjadi korban dari pemerasan jenis ini selama bertahun-tahun. Bahkan, kantor polisi juga sempat menjadi korban yang terpaksa membayar sejumlah uang.
Sekarang dua peneliti keamanan Vadim Kotov dari Bromium Labstelah, menemukan jenis Ransomware baru yang masuk melalui file Flash, atau melalui celah di Internet Explorer. Kemudian secara khusus menargetkan video game.
Jika ingin permainan Anda kembali, semua nilai yang tinggi, dan data pertandingan lain yang terkait kembali. Caranya hanya satu, dengan membayar.
"Kami belum melihat Gamer yang ditargetkan oleh Ransomware sampai sekarang," tulis sebuah posting blog tentang Ransomware tersebut. Dan buat Anda yang bukan seorang Gamer, setidaknya tetap mengunci file lain di komputer, termasuk iTunes, dokumen Office, dan perangkat lunak keuangan Anda.
Bentuk baru dari malware, yang disebut TeslaCrypt, ditemukan oleh Fabian Wosar dari Emsisoft pada akhir Februari, menurut sebuah posting di Bleeping Komputer. Aksi ini terjadi di sekitar 40 video game, termasuk game populer single-player seperti Call of Duty, Star Craft 2, Diablo, Fallout 3, Minecraft dan lainnya.
Para pembajak itu juga menargetkan sekelompok game online populer, seperti World of Warcraft, League of Legends, dan beberapa game dari Valve. Beberapa pihak menyampaikan pendapat terkait hal ini, karena data gamer banyak dari streaming game, sebenarnya disimpan pada PC Anda.
(dyt)