Layanan Database DBaaS Bisa Hemat Biaya Penyimpanan Data

Selasa, 24 Februari 2015 - 21:59 WIB
Layanan Database DBaaS...
Layanan Database DBaaS Bisa Hemat Biaya Penyimpanan Data
A A A
JAKARTA - Layanan atau database as a service (DBaaS), yang merupakan platform jangka panjang bagi inovasi Teknologi Informasi (TI) akan mampu menyediakan kemampuan database di ranah online.

Executive Chairman dan CTO Oracle, Larry Ellison mengungkapkan, layanan database berbasis cloud, atau database sebagai layanan (DBaaS), mampu menyediakan kemampuan database di ranah online, kapan dan di mana pun kemampuan itu dibutuhkan.

Dia melanjutkan, pengguna bisa mengakses satu bagian database (skema), atau bahkan seluruh database yang komplit. Enterprise juga bisa menyediakan DBaaS-nya dijalankan di pusat datanya untuk pelanggan internal.

"Kami memprediksi bahwa database adalah bisnis software (perangkat lunak), terbesar kami dan database akan selalu menjadi bisnis cloud terbesar kami,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis kepada Sindonews, Selasa (24/2/2015).

Menurutnya, jika dilakukan dengan benar, DBaaS bisa menghemat biaya secara signifikan dibanding strategi database tradisional. Karena itulah, meskipun termasuk kategori cloud yang baru, banyak enterprise tertarik dengan DBaaS.

Sementara itu, Senior Director and General Manager, Core Technology dari Oracle, Amit Suxena mengatakan, kini pelanggan seringkali menjalankan sistem database yang dikhususkan untuk suatu kebutuhan.

"Karena tingkat kepentingannya yang cukup tinggi, database seperti ini kemungkinan besar akan tetap dijalankan secara on premise untuk beberapa tahun ke depan," jelas Amit.

Database yang bisa diterapkan di cloud itu termasuk juga database yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi baru atau mengujinya dan sistem produksi yang tidak begitu kritikal.

“Tujuan akhirnya, tentu saja, untuk mengurangi biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk menjalankan semua database di suatu perusahaan," kata Amit.

Dengan menerapkan Oracle Multitenant, kini perusahaan bisa melakukan fungsi administrasi paling umum, seperti patching, upgrade, dan backup, di database penampung itu.

Pada akhirnya, solusi ini bisa menurunkan biaya pengaturan database secara drastis. Ditambah efisiensi di arsitektur multitenant baru ini, database dengan jumlah 5 kali lipat lebih banyak, bisa dijalankan di satu server atau mesin virtual.
(dol)
Berita Terkait
Antisipasi Hoaks dengan...
Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Menjaga Stabilitas Jaringan...
Menjaga Stabilitas Jaringan lewat Netmonk Internet Quality 
Serba 99 Ribu Ditambah...
Serba 99 Ribu Ditambah Cashback, Promo Kuota Internet Siap Diserbu di Aplikasi MotionPay!
Dari Sinyal ke Sentuhan,...
Dari Sinyal ke Sentuhan, PLN Icon Plus Terkoneksi Tanpa Sekat dengan Pelanggan ICONNET
Pemda Dinilai Bikin...
Pemda Dinilai Bikin Mahal Biaya Akses Internet di Indonesia
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
1 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
3 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
11 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
12 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
16 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
16 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved