Pesawat Terbang Hibrid Pertama di Dunia

Kamis, 25 Desember 2014 - 18:26 WIB
Pesawat Terbang Hibrid...
Pesawat Terbang Hibrid Pertama di Dunia
A A A
LONDON - Tren hibrid tidak semata menjalar di roda empat, industri pesawat terbang kini mulai mencoba menghadirkan hibrid sebagai jawaban atas produk yang lebih ramah lingkungan.

Para ilmuwan dari Universitas Cambridge yang berafiliasi dengan Boeing, berhasil menciptakan pesawat hibrid pertama di dunia. Mirip teknologi yang dipakai di mobil hibrid jaman sekarang.

Pesawat tunggal ini menggunakan mesin pembakaran konvensional dan motor listrik. Pesawat yang belum mempunyai nama ini merupakan pesawat pertama yang mampu mengisi ulang baterai saat terbang.

Dilansir dari BBC, Kamis (25/12/2014), tenaga untuk terbang dipasok dua jantung yakni mesin bensin 4-tak dan motor listrik yang disuplai 16 sel lithium-polymer besar. Saat tes uji terbang perdana sejauh 1.500 meter di atas Northamptonshire, Inggris. Mesin tersebut mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 30% dibanding mesin sama tanpa motor listik.

Kepala Proyek dari Departemen Teknik Universitas Cambrige Dr Paul Robertson mengatakan, selama ini industri pesawat terbang terhalang teknologi hibrid lantaran membutuhkan baterai yang besar. Sebab makin besar maka akan baterai juga semakin berat, hal ini akan mempengaruhi daya angkat pesawat. Dengan demikian maka dikhawatirkan tingkat konsumsi bahan bakar setara atau justru lebih boros.

"Tetapi dengan munculnya perbaikan baterai polimer lithium, mirip dengan apa yang Anda akan menemukan di komputer laptop, pesawat hibrid meskipun dalam skala kecil kini mulai menjadi layak," katanya.

16 baterai yang menjadi tulang pungung suplai daya ke motor listrik ditempatkan di sayap pesawat. Mesin Honda digunakan sebagai pembangkit listrik utama dan modul elektronik.

Ketika pesawat membutuhkan daya maksimum seperti saat take off, mesin listrik dan bensin bekerja sama. Tetapi ketika pesawat sedang terbang biasa, daya yang dihasilkan mesin listrik akan disimpan kedalam baterai.
(dyt)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
1 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
2 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
3 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
3 jam yang lalu
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
6 jam yang lalu
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved