Samsung Tetap Duduki Posisi Puncak di Kuartal III
Selasa, 16 Desember 2014 - 15:33 WIB
Samsung Tetap Duduki Posisi Puncak di Kuartal III
A
A
A
SAN FRANCISCO - Samsung tengah mengalami kondisi unik, meskipun di tahun ini menggapai posisi puncak dalam pangsa pasar smartphone untuk kesekian kalinya, namun secara periodik justru mengalami penurunan di kuartal III/2014.
Berdasarkan data Gartner yang dilansir Ubergizmo, Selasa (16/12/2014), posisi puncak ini hasil dari Samsung meraup pangsa pasar sebanyak 24,4%. Jumlah ini pada dasarnya mengalami penurunan pada periode sama di 2013, Samsung mencatat pangsa pasar di 32,1%, mengambil hampir sepertiga dari jumlah pangsa pasar smartphone dunia.
Posisi kedua dikuasai Apple dengan jumlah sebesar 12,7%, di mana mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan dari 12,1% di periode sama 2013. Peningkatan pangsa pasar juga dialami oleh produsen besar lain, seperti Huawei dari 4,7% menjadi 5,3%. Lonjakan pangsa pasar paling mengesankan dialami Xiaomi dari 1,5% ke 5,2% pada periode yang sama.
Sementara itu, perusahaan yang mengalami penurunan pangsa pasar adalah Lenovo, yakni dari 5,2% menjadi 5%. Tapi dengan akuisisi dengan Motorola, diharapkan dapat menjadi dongkrak bagi kedua perusahaan.
Berdasarkan data Gartner yang dilansir Ubergizmo, Selasa (16/12/2014), posisi puncak ini hasil dari Samsung meraup pangsa pasar sebanyak 24,4%. Jumlah ini pada dasarnya mengalami penurunan pada periode sama di 2013, Samsung mencatat pangsa pasar di 32,1%, mengambil hampir sepertiga dari jumlah pangsa pasar smartphone dunia.
Posisi kedua dikuasai Apple dengan jumlah sebesar 12,7%, di mana mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan dari 12,1% di periode sama 2013. Peningkatan pangsa pasar juga dialami oleh produsen besar lain, seperti Huawei dari 4,7% menjadi 5,3%. Lonjakan pangsa pasar paling mengesankan dialami Xiaomi dari 1,5% ke 5,2% pada periode yang sama.
Sementara itu, perusahaan yang mengalami penurunan pangsa pasar adalah Lenovo, yakni dari 5,2% menjadi 5%. Tapi dengan akuisisi dengan Motorola, diharapkan dapat menjadi dongkrak bagi kedua perusahaan.
(dyt)