ATSI Desak Pemerintah Baru Buat UU ICT

Senin, 11 Agustus 2014 - 20:15 WIB
ATSI Desak Pemerintah...
ATSI Desak Pemerintah Baru Buat UU ICT
A A A
JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mendesak pemerintahan baru membuat regulasi hukum yang kuat agar industri telekomunikasi tumbuh dengan baik di tengah kebutuhan komunikasi dan akses data yang semakin meningkat.

Ketua ATSI, Alexander Rusli menyatakan, diperlukan undang-undang (UU) dan peraturan untuk mendorong inovasi serta memperkuat industri ICT (information and communication technology) di tanah air. Apalagi pada umumnya perkembangan teknologi jauh lebih cepat daripada perkembangan regulasi. Termasuk pentingnya UU yang sejalan antara Telko, Broadcasting dan IT, karena dari sudut pandang teknologi sudah konvergen.

"Masyarakat sudah sedemikian hausnya dengan pemakaian data internet. Pemerintah perlu memastikan pelanggan di Indonesia dapat berkembang dalam momentum perkembangan data," ujarnya dalam siaran pers, Senin (11/8/2014).

Alex mengatakan, ATSI, yang menaungi para Operator Telekomunikasi berharap dapat memberikan layanan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, hal ini sesuai dengan program Pemerintah. Operator tentunya ingin memberikan layanan yang lebih murah kepada pelanggan. Sebaiknya tidak diberatkan dengan Regulatory-charges yang tinggi.

Jika regulatory-charges tinggi pelanggan juga yang kena dampaknya atas biaya-biaya ini. Untuk itu, ATSI mendukung adanya koridor yang lebih sederhana, agar corporate action dan pilihan teknologi dapat dilakukan lebih mudah oleh operator tanpa harus melibatkan pemerintah terlalu banyak. Para pemain dapat mencari skema optimum dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

"Pemerintah baru harus memberikan kepastian hukum termasuk dalam implementasinya sehingga memberikan keyakinan kepada pemain dalam melakukan usaha di industri ini. Termasuk memberikan kepastian dalam utilisasi frekuensi yang menjadi infrastruktur utama layanan wireless, tanpa ada gangguan dan interferensi sehingga kualitas layanan yang sampai pelanggan tidak dirugikan," tegasnya.

Di sisi lain, perlu dijaga struktur telekomunikasi Indonesia, seperti lisensi, jumlah pemain dan kriteria menjadi pemain di industri telekomunikasi. Bukan untuk kepentingan jangka pendek, namun lebih penting lagi sustainability industry yang sehat. "Perlu juga dipikirkan insentif bagi pengembang konten lokal yang sangat diperlukan dalam era data yang berkembang pesat," terang Alex.

ATSI juga mengapresiasi kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Kabinet Indonesia Bersatu. ATSI menilai langkah-langkah kebijakan pemerintah sebelumnya berperan penting dalam menunjang perkembangan sektor telekomunikasi di Indonesia.
(dmd)
Berita Terkait
Heboh Kebocoran 1,3...
Heboh Kebocoran 1,3 Miliar Data Pendaftar Kartu SIM, ATSI: Tidak Ada Akses Ilegal
KNPI Desak Pemerintah...
KNPI Desak Pemerintah Revisi PP 52 dan 53 Agar Komunikasi Merata di Masa Pandemi
Jaga Kedaulatan, DPR...
Jaga Kedaulatan, DPR Minta Menkominfo Jangan Mau Ditakut-takuti OTT Asing
Operator Telekomunikasi...
Operator Telekomunikasi Pastikan Kebijakan IMEI Tak Ganggu Pelanggan
Langkah FMC Dinilai...
Langkah FMC Dinilai Akan Ciptakan Banyak Peluang Baru
Kewajiban Kerja Sama...
Kewajiban Kerja Sama OTT Datangkan Investasi di Indonesia
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
3 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
4 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
9 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
9 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
10 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
10 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved