ATSI Ajak Masyarakat Dukung Perbaikan Registrasi Prabayar

Rabu, 16 Juli 2014 - 11:25 WIB
ATSI Ajak Masyarakat...
ATSI Ajak Masyarakat Dukung Perbaikan Registrasi Prabayar
A A A
JAKARTA - Maraknya penyalahgunaan nomor selular & Fixed Wireless Access (FWA) untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan telekomunikasi, membuat Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), mengajak dan menghimbau masyarakat melakukan registrasi pelanggan dengan baik dan benar sesuai aturan pemerintah serta identitas asli pelanggan.

Himbauan dilakukan melalui surat edaran BRTI No. 161/BRTI/V/2014 agar penyelenggara Telekomunikasi melaksanakan registrasi pelanggan prabayar, sesuai Peraturan Menteri No. 23 Tahun 2005 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi pelanggan prabayar ini sangat penting, selain sebagai referensi database pelanggan secara nasional yang akurat dan terpercaya, juga untuk meminimalisir penyalahgunaan untuk tindakan kejahatan.

Ketua Umum ATSI, Alexander Rusli, mengemukakan salah satu upaya mengurangi peluang penyalahgunaan sarana telekomunikasi adalah meningkatkan ke-akuratan data pelanggan pada tahap registrasi kartu perdana prabayar.

"Selama ini, registrasi dilakukan sendiri oleh pembeli kartu perdana prabayar dengan dukungan fasilitas yang disedikan operator telekomunikasi, ungkapnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Alex menambahkan, registrasi bisa dilakukan beberapa cara diantaranya layanan customer service, SMS ke 4444, web, hingga aplikasi di handset ataupun SIM Tool Kit (STK), di simcard masing-masing operator.

"Kami bersama operator anggota ATSI tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya memperbaiki proses registarsi di sentra layanan para anggot kami. Sosialisasi terus berlanjut dan kami berterima kasih atas dukungan Kominfo dan BRTI dalam upaya sosialisasi ini," jelasnya.

Sayangnya dalam pelaksanaanya, operator mengalami kendala verifikasi data pelanggan karena belum tersedianya koneksi ke database kependudukan nasional.

"Kami juga mengajak mitra distributor berpartisipasi aktif dalam perbaikan proses registrasi ini. Dengan meningkatnya akurasi data pelanggan prabayar pemerintah dan operator melindungi pelanggan prabayar dari penipuan atau sms/telepon spam melalui layanan telekomunikasi prabayar, serta dapat melakukan penegakan hukum bagi penipu," tutupnya.
(dol)
Berita Terkait
Heboh Kebocoran 1,3...
Heboh Kebocoran 1,3 Miliar Data Pendaftar Kartu SIM, ATSI: Tidak Ada Akses Ilegal
KNPI Desak Pemerintah...
KNPI Desak Pemerintah Revisi PP 52 dan 53 Agar Komunikasi Merata di Masa Pandemi
Jaga Kedaulatan, DPR...
Jaga Kedaulatan, DPR Minta Menkominfo Jangan Mau Ditakut-takuti OTT Asing
Operator Telekomunikasi...
Operator Telekomunikasi Pastikan Kebijakan IMEI Tak Ganggu Pelanggan
Langkah FMC Dinilai...
Langkah FMC Dinilai Akan Ciptakan Banyak Peluang Baru
Kewajiban Kerja Sama...
Kewajiban Kerja Sama OTT Datangkan Investasi di Indonesia
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
5 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
6 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
10 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
10 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
11 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
12 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tegas Dukung...
Arab Saudi Tegas Dukung Pendirian Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved