RIAA Tuntut Google Hapus 50 Juta URL

Senin, 23 Juni 2014 - 09:44 WIB
RIAA Tuntut Google Hapus...
RIAA Tuntut Google Hapus 50 Juta URL
A A A
SAN FRANCISCO - The Recording Industry Association of America (RIAA) bersikeras menghentikan pembajakan online. RIAA telah menuntut Google menghapus 50 juta URL dari mesin pencari.

Dilansir dari Softpedia, Senin (23/6/2014), pertarungan RIAA melawan pembajakan musik telah diterjemahkan ke dalam pemberitahuan DMCA sebanyak lebih dari 14.907 terpisah, sebagian besar diarahkan pada Google. RIAA telah meminta 377.000 link lain untuk dihapus dari laman hasil penelusuran.

Sebagian besar tuntutan yang diajukan RIAA ditargetkan untuk mesin pencari filestube.com, pisamba.com, downloads.nl, mp3skull.com dan beemp3.com, sesuai data Google sendiri.

Sementara itu, Google dikenal merespon cepat terhadap isu-isu tersebut. Meskipun semua upaya dilakukan oleh mesin pencari raksasa itu, RIAA tidak pernah puas. Justru RIAA merasa kesal karena link tetap muncul kembali dengan URL dimodifikasi.

"Semua link tersebut melanggar file musik yang otomatis tercatat oleh setiap situs pembajak, hari ini dihapus akan kembali di indeks dan muncul dalam hasil pencarian esoknya. Setiap hari kita harus mengirim pemberitahuan baru untuk mencatat link konten ilegal yang sama," kata CEO RIAA, Cary Sherman.

Organisasi seperti RIAA dikenal selalu meminta mesin pencari berbuat lebih banyak memerangi pembajakan dan menghapus link tersebut. Meski begitu, mereka tampaknya lupa bahwa seluruh proses tidak berguna karena sebagian besar pembajak tidak pernah repot-repot dengan pergi ke Google atau Bing atau Yahoo atau mesin pencari lain untuk mencari file torrent tertentu.

Sebaliknya, mereka pergi ke homepage dari situs mereka seperti kebanyakan. Meskipun begitu, RIAA tampaknya percaya mencatat link dari halaman hasil pencarian Google tidak membuat file atau link untuk menghilang. Semua itu hanya membuatnya lebih sulit untuk ditemukan.

Di sisi lain, perusahaan internet percaya bahwa mereka sudah melakukan lebih dari cukup dan telah menyarankan bahwa pemegang hak cipta harus mempertimbangkan peningkatan praktek SEO mereka serta untuk fokus pada apa yang konsumen inginkan, yakni harga yang lebih rendah.
(dyt)
Berita Terkait
Dunia Kerja Masa Depan...
Dunia Kerja Masa Depan Kian Menantang, HP Indonesia Gelar Edukasi STEM untuk Pelajar
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus,...
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus, Bukan untuk Tim Mendang Mending
Microsoft Jadi Pembeli...
Microsoft Jadi Pembeli Potensial Discord Inc
Google.org Umumkan Pendanaan...
Google.org Umumkan Pendanaan Edukasi AI dan Ketahanan Pangan untuk 6 juta Orang di Asia Tenggara
Google Luncurkan Inovasi...
Google Luncurkan Inovasi AI untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Indonesia
Milad 9 Tahun Berkarya,...
Milad 9 Tahun Berkarya, KHALIFA Canangkan #BangkitBersamaCorona
Berita Terkini
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
7 jam yang lalu
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
7 jam yang lalu
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
8 jam yang lalu
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
22 jam yang lalu
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
23 jam yang lalu
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
1 hari yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved