Thailand Blokir Pengguna Facebook

Rabu, 28 Mei 2014 - 21:53 WIB
Thailand Blokir Pengguna...
Thailand Blokir Pengguna Facebook
A A A
BANGKOK - Setelah mengambil alih pemerintahan, militer Thailand membatasi semua media termasuk penyiaran televisi dan TV Kabel. Tidak hanya itu, mereka juga mengancam akan memblokir sejumlah akun individu di situs jejaring sosial.

Menyusul langkah tersebut. Rabu (29/5/2014), pukul 03.30 waktu setempat, situs Facebook tidak dapat diakses. Disinyalir hal ini terjadi akibat penutupan yang dilakukan pihak militer yang telah melakukan kudeta.

Disebutkan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir pengaruh para kritikus politik dalam mengekspresikan perbedaan pendapat melalui media sosial.

Facebook sendiri sangat populer di Thailand. Kurang lebih 67 juta masyarakat 'Gajah Putih' menggunakannya. Selang 90 menit Facebook kembali dapat diakses, tetapi hanya pada perangkat mobile.

Menanggapi masalah tersebut, Juru Bicara Angkatan Darat Thailand Winthai Suvaree menyalahkan ketidakmampuan sebagian besar pengguna untuk mengakses Facebook pada masalah teknis. Dia menyebutkan Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi sedang bekerja untuk memperbaikinya.

"Ini harus kembali segera. Kami tidak memiliki perintah untuk menutupnya," katanya, seperti dilansir dari Wall Street Journal, Rabu (28/5/2014).

Sementara perwakilan Facebook mengatakan perusahaan sedang mencari masalah yang dialami di Thailand. Pihaknya belum mau berkomentar lebih lanjut tentang Kudeta Thailand.

Sebelumnya, pihak Angkatan Darat Thailand menyatakan akan menargetkan akun media sosial individu jika mereka memprovokasi kekacauan atau ketidakstabilan, tapi tidak akan menargetkan seluruh jaringan.

Mayor Jenderal Pisit Paoin, penasihat sekretaris tetap kementerian membantah laporan berita bahwa mereka telah sengaja memblokir Facebook.

Dia mengatakan kementerian akan mengundang perwakilan dari semua jejaring media sosial, termasuk Facebook, Twitter dan foto aplikasi Instagram untuk bertemu Kamis (28/5/2014). Nantinya dalam pertemuan itu akan dibahas kerja sama menangani setiap akun individu yang melanggar, misalnya fitnah dan memprovokasi. Apalagi hukum Thailand memberlakukan larangan kritik terhadap keluarga kerajaan .
(dol)
Berita Terkait
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Memetakan Tanggung Jawab...
Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid...
Menkomdigi Meutya Hafid Kunker Perdana ke NTT, Cek Jaringan Internet dan Dialog dengan Pelajar
Program Donasi Internet...
Program Donasi Internet Berbagi Tanpa Batas
Berita Terkini
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
KTT AI Bergengsi Silicon...
KTT AI Bergengsi Silicon Valley, Industri Kecerdasan Buatan Memasuki Tahap Baru
1 jam yang lalu
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
2 jam yang lalu
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
20 jam yang lalu
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
21 jam yang lalu
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
1 hari yang lalu
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved