Ini Alasan Peluncuran Layanan Streaming Youtube Tertunda

Senin, 26 Mei 2014 - 16:24 WIB
Ini Alasan Peluncuran...
Ini Alasan Peluncuran Layanan Streaming Youtube Tertunda
A A A
SAN FRANCISCO - Rumor berkembang sejak 2013 YouTube meluncurkan layanan streaming musik mereka sendiri. Sayang, sejak rumor itu berhembus belum ada perkembangannya, justru dalam sebuah laporan pada Desember 2013 menunjukkan bahwa peluncuran layanan streaming telah tertunda.

Apa yang membuatnya tertunda? Dilansir dari Ubergizmo, Senin (26/5/2014) New York Times menyampaikan alasan di balik penundaan itu. Google, sebagai pemilik YouTube, tengah dalam perselisihan dengan beberapa kontrak label musik indie.

Tampaknya, kontrak yang ditawarkan Google untuk label indie sangat berbeda dari yang ditawarkan ke label besar. Negosiasi antara Google dan label indie itu telah memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Satu-satunya berita baik adalah Google memberikan peringatan bahwa jika label gagal menyetujui persyaratan lisensi YouTube, musik mereka akan diblokir pada saluran YouTube. Berarti mereka tidak akan mampu mengumpulkan pendapatan iklan dari video yang diunggah.

Hal ini tampaknya menjadi taktik kuat dan Google seolah-olah menggertak untuk mendapatkan kesepakatan yang dapat menguntungkan mereka.

Namun menanggapi tuduhan itu, juru bicara YouTube mengatakan, "Kami memiliki penawaran yang sukses di ratusan label independen besar di seluruh dunia; Namun, kami tidak mengomentari negosiasi."

Akankah Google/YouTube dapat memperbaiki semua ini dan mendapatkan jalan keluar bagi YouTube untuk membuat layanan streaming musik mereka di waktu yang tepat? Mudah-mudahan, tetapi sementara itu tampaknya WIN dan organisasi indie lainnya dari seluruh dunia telah memanggil YouTube untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka.
(dyt)
Berita Terkait
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus,...
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus, Bukan untuk Tim Mendang Mending
Dunia Kerja Masa Depan...
Dunia Kerja Masa Depan Kian Menantang, HP Indonesia Gelar Edukasi STEM untuk Pelajar
Microsoft Jadi Pembeli...
Microsoft Jadi Pembeli Potensial Discord Inc
Google.org Umumkan Pendanaan...
Google.org Umumkan Pendanaan Edukasi AI dan Ketahanan Pangan untuk 6 juta Orang di Asia Tenggara
Google Luncurkan Inovasi...
Google Luncurkan Inovasi AI untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Indonesia
Milad 9 Tahun Berkarya,...
Milad 9 Tahun Berkarya, KHALIFA Canangkan #BangkitBersamaCorona
Berita Terkini
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
1 jam yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
2 jam yang lalu
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
11 jam yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
12 jam yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
12 jam yang lalu
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
13 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved