Hunton & Williams Ingatkan Pentingnya Sistem Transfer Data
Kamis, 22 Mei 2014 - 17:23 WIB
Hunton & Williams Ingatkan Pentingnya Sistem Transfer Data
A
A
A
JAKARTA - Hunton & Williams LLP, bekerja sama dengan Kamar Dagang AS, baru-baru ini menerbitkan Business Without Borders: The Importance of Cross-Border Data Transfers to Global Prosperity, laporan yang menekankan manfaat transfer data lintas perbatasan terhadap dunia bisnis di pasar internasional.
Dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Kamis (22/5/2014), laporan ini juga menjelajahi berbagai peluang untuk sistem transfer data baru.
Lisa J Sotto, kepala bidang praktik privasi dan keamanan dunia maya global dan ketua tim penulis di Hunton, menyampaikan laporan tersebut dalam lokakarya yang berlangsung selama dua hari di Jakarta, pada 20-21 Mei lalu, yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan Kamar Dagang AS.
Acara bertajuk "Konferensi Aliran Data Lintas Perbatasan dan Perdagangan Digital: Membebaskan Sektor Ekonomi dan Inovasi Digital Indonesia" ini berfokus pada perdagangan digital dan memberikan landasan bagi perusahaan untuk mendiskusikan kebijakan yang diperlukan dalam memastikan keberhasilan di Era Informasi.
Sotto menyampaikan kondisi saat ini membuat banyak perusahaan mengandalkan aliran data lintas perbatasan dan perdagangan digital.
Di bawah kepemimpinan Sotto, praktik privasi dan keamanan dunia maya firma tersebut berhasil mendapat predikat teratas secara global untuk keamanan privasi dan data oleh majalah Computerworld. Selain itu, dalam panduan Chambers Global dan Chambers USA, Chambers and Partners juga menyebut firma ini memiliki praktik privasi dan keamanan data teratas.
Bridget Treacy, kepala bidang praktik privasi dan keamanan dunia maya di Inggris, adalah rekan penulis laporan tersebut yang mencetuskan pergerakan untuk beralih dari aturan transfer data lintas perbatasan standar dan kaku menuju kerangka kerja lebih berfokus pada hasil. Laporan tersebut menyarankan penerapan komitmen perjanjian dagang secara kuat dan mengikat yang melarang persyaratan pelokalan data, mendukung aliran data tanpa hambatan, dan mendorong interoperabilitas di antara berbagai ketentuan privasi.
Patut diketahui, Hunton & Williams memberikan layanan hukum untuk perusahaan, lembaga keuangan, pemerintah, dan badan hukum lainnya. Sejak didirikan pada 1901, Hunton & Williams telah berkembang hingga memiliki lebih dari 800 pengacara yang melayani klien di 100 negara dari 19 kantor di seluruh dunia.
Selain privasi dan keamanan dunia maya, bidang praktik firma ini mencakup hak kepailitan dan kreditor, litigasi komersial, undang-undang transaksi dan sekuritas perusahaan, kekayaan intelektual, hubungan internasional dan pemerintah, bisnis properti, undang-undang peraturan, serta tanggung jawab produk.
Dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Kamis (22/5/2014), laporan ini juga menjelajahi berbagai peluang untuk sistem transfer data baru.
Lisa J Sotto, kepala bidang praktik privasi dan keamanan dunia maya global dan ketua tim penulis di Hunton, menyampaikan laporan tersebut dalam lokakarya yang berlangsung selama dua hari di Jakarta, pada 20-21 Mei lalu, yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan Kamar Dagang AS.
Acara bertajuk "Konferensi Aliran Data Lintas Perbatasan dan Perdagangan Digital: Membebaskan Sektor Ekonomi dan Inovasi Digital Indonesia" ini berfokus pada perdagangan digital dan memberikan landasan bagi perusahaan untuk mendiskusikan kebijakan yang diperlukan dalam memastikan keberhasilan di Era Informasi.
Sotto menyampaikan kondisi saat ini membuat banyak perusahaan mengandalkan aliran data lintas perbatasan dan perdagangan digital.
Di bawah kepemimpinan Sotto, praktik privasi dan keamanan dunia maya firma tersebut berhasil mendapat predikat teratas secara global untuk keamanan privasi dan data oleh majalah Computerworld. Selain itu, dalam panduan Chambers Global dan Chambers USA, Chambers and Partners juga menyebut firma ini memiliki praktik privasi dan keamanan data teratas.
Bridget Treacy, kepala bidang praktik privasi dan keamanan dunia maya di Inggris, adalah rekan penulis laporan tersebut yang mencetuskan pergerakan untuk beralih dari aturan transfer data lintas perbatasan standar dan kaku menuju kerangka kerja lebih berfokus pada hasil. Laporan tersebut menyarankan penerapan komitmen perjanjian dagang secara kuat dan mengikat yang melarang persyaratan pelokalan data, mendukung aliran data tanpa hambatan, dan mendorong interoperabilitas di antara berbagai ketentuan privasi.
Patut diketahui, Hunton & Williams memberikan layanan hukum untuk perusahaan, lembaga keuangan, pemerintah, dan badan hukum lainnya. Sejak didirikan pada 1901, Hunton & Williams telah berkembang hingga memiliki lebih dari 800 pengacara yang melayani klien di 100 negara dari 19 kantor di seluruh dunia.
Selain privasi dan keamanan dunia maya, bidang praktik firma ini mencakup hak kepailitan dan kreditor, litigasi komersial, undang-undang transaksi dan sekuritas perusahaan, kekayaan intelektual, hubungan internasional dan pemerintah, bisnis properti, undang-undang peraturan, serta tanggung jawab produk.
(dmd)