Perusahaan Indonesia masih abaikan sistem keamanan TI

Selasa, 13 Mei 2014 - 09:55 WIB
Perusahaan Indonesia...
Perusahaan Indonesia masih abaikan sistem keamanan TI
A A A
Sindonews.com - Perusahaan besar yang mengalami ancaman tindakan dari serangan peretas (hacker) asing, disebabkan oleh kelalaian mereka dalam sistem keamanan TI. "Mereka (perusahaan-perusahaan besar) biasanya lupa menerapkan empat prinsip security, yakni Availability, Confidentiality, Integrity, Legitimate Use," ucap Pengamat TI Muhammad Jumadi kepada Sindonews.com, Senin (12/5/2014) malam.

Dia menjelaskan, teknik yang bisa dilakukan oleh hacker adalah mencari informasi kartu dari internet, seperti Hijacking, Packet Sniffing, DNS Spoofing, dan Website Defacing.

Sementara itu, jika pembajakan dilakukan pada perusahaan sekelas perbankan, kemungkinan besar proses validasi ke rekening nasabah tidak berjalan. "Beberapa waktu lalu terjadi pembobolan bank dan ada nasabah yang memiliki rekening beberapa ribu tapi bisa melakukan transfer hingga miliar. Itu bisa terjadi karena transaksi tidak dilakukan proses validasi ke rekening nasabah," papar Jumadi.

Jika hacker telah memasuki wilayah perbankan itu, maka dia menjelaskan kalau perbankan tersebut perlu melakukan pergantian sistem. "Bisa di-upgrade atau lainnya," katanya.

Disisi lain, berdasarkan survei dari sebuah lembaga keamanan, sekitar 80-90 persen keamanan dilakukan oleh orang dalam. "Kalau bukan dari orang dalam, bagaimana bisa tahu hal rinci tentang perusahaan itu," tutup Jumadi.

Sebelumnya, Senin (12/5/2014) tersiar kabar ada serangan peretas (hacker) asing, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) Budi Gunadi Sadikin mengakui ribuan nasabahnya terkena dampak pemblokiran ATM.
(dyt)
Berita Terkait
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Memetakan Tanggung Jawab...
Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid...
Menkomdigi Meutya Hafid Kunker Perdana ke NTT, Cek Jaringan Internet dan Dialog dengan Pelajar
Program Donasi Internet...
Program Donasi Internet Berbagi Tanpa Batas
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
9 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
10 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
11 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
11 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
11 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved