Apakah Antivirus benar-benar telah mati?

Minggu, 11 Mei 2014 - 11:47 WIB
Apakah Antivirus benar-benar...
Apakah Antivirus benar-benar telah mati?
A A A
Sindonews.com - Pekan lalu, Wakil Presiden Senior Symantec untuk keamanan informasi, Brian Dye, mengatakan kepada Wall Street Journal, "Antivirus sudah mati." seperti dilansir Softpedia, Minggu (11/5/2014).

Namun ini bukan pertama kalinya seseorang membuat pernyataan seperti ini dan kemudian menjadi berita utama. Ketika seseorang berkata, "Antivirus sudah mati", itu biasanya diikuti dengan sesuatu seperti, "Tapi kami memiliki solusi untuk masalah ini".

Perusahaan biasanya mengatakan antivirus sudah mati ketika mereka meluncurkan produk baru yang menggabungkan teknologi canggih. Kali ini, Symantec mengumumkan beberapa solusi baru untuk ancaman canggih.

Antivirus adalah perangkat lunak yang memindai komputer Anda terhadap file berbahaya. Mereka terdeteksi berdasarkan tanda dari database definisi virus.

Ketika solusi untuk komputer pribadi, beberapa vendor telah membuang antivirus, dari nama produk mereka. Beberapa dari mereka belum, tetapi bukan berarti solusi mereka tidak efektif.

Orang-orang biasanya menyebutnya "antivirus", tapi lebih dari sebuah software yang dapat mendeteksi virus berdasarkan dari pertanda.

Selain itu, solusi keamanan modern memberikan perlindungan real-time tidak hanya untuk komputer itu sendiri, tetapi juga untuk Web dan email.

Jadi, apakah antivirus mati? Hal ini tergantung pada apa yang Anda ketahui tentang antivirus dan apa yang ingin Anda lindungi.

Untuk pengguna di rumah, antivirus mati jika Anda mengacu pada perangkat lunak keamanan yang dapat mendeteksi malware hanya berdasarkan tanda-tanda. Sementara semua pemain utama menawarkan solusi yang mengandalkan lebih dari sekedar tanda tangan untuk mengidentifikasi ancaman.

Untuk perusahaan, antivirus telah mati untuk waktu yang lama. Sayangnya, banyak perusahaan baru mulai menyadari hal ini sekarang, setelah mengalami pelanggaran data utama.
(dyt)
Berita Terkait
Waspada Malware Berkedok...
Waspada Malware Berkedok Pengiriman Paket Palsu
Cara Menjaga Keamanan...
Cara Menjaga Keamanan Akses Jaringan Perusahaan saat WFH
Mengenal Eucalyptus,...
Mengenal Eucalyptus, Pohon Kayu Putih yang Kaya Manfaat Kesehatan
ESET Indonesia Ajak...
ESET Indonesia Ajak Bedakan Meeting Online dan Webinar
Mengenal Wabah Bubonic...
Mengenal Wabah Bubonic yang Terjadi di Mongolia, China
Pandemi COVID-19 Picu...
Pandemi COVID-19 Picu Serangan DDos Melonjak di Q1 2020
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
12 jam yang lalu
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
14 jam yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
16 jam yang lalu
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
1 hari yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
1 hari yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
1 hari yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved