MINI Cooper S 2014 lebih bertenaga dan luas

Senin, 21 April 2014 - 10:10 WIB
MINI Cooper S 2014 lebih...
MINI Cooper S 2014 lebih bertenaga dan luas
A A A
MINI Cooper S 2014 memberikan sensasi tersendiri ke saat diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Apa saja keajaibannya?

MINI Indonesia berencana membawa dua mobil MINI terbaru di Indonesia pada Juni nanti. Beruntung Koran Sindo mendapatkan kesempatan menguji MINI Cooper S 2014 di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.

Dibandingkan saudaranya, MINI Cooper S 2014 merupakan yang terkuat. Diberikan mesin 4 silinder dan TwinTurbo mobil ini bisa menghentakkan tenaga hingga 190 daya kuda. Namun itu bukan satu-satunya pesona yang ditawarkan di mobil ini. Sebab, untuk pertama kalinya MINI Cooper dilengkapi dengan 3 moda berkendara Mid, Green dan Sport.

Sebelum mencoba mobil, Jentri Izhar Head of MINI Indonesia memang sudah merasakan tatapan aneh para wartawan yang hendak mencoba mobil tersebut. Sebab, dari segi tampilan fisik mobil ini memang tidak jauh berbeda dengan varian yang lama. "Perubahannya ada di bawah kulit," katanya membela diri.

Ketika masuk ke dalam mobil, aura yang diberikan mobil ini memang berbeda dengan yang lama. Dimensinya jadi lebih manusiawi alias luas dan tidak sempit. Hebatnya lagi aura mobil ini semakin modern. Kali ini kunci mobil tidak perlu ditaruh di slot khusus agar mesin bisa menyala. Tombol start stop pun dibuat lebih catchy.

Paling mengejutkan adalah panel membulat yang biasa ada di bagian tengah mobil. Panel itu kini dilengkapi dengan layar berwarna yang biasa diakses lewat Mini Drive Controller yang diletakkan di samping tuas transmisi. Ya, mirip-mirip dengan iDrive yang ada di BMW. Semakin keren lagi karena panel membulat itu kini hadir dengan warna LED yang kontras. Bahkan tingkatan kecepatan dan Torsi yang diolah terpampang jelas.

Tanpa berlama-lama, tuas transmisi otomatis langsung dimasukkan ke posisi D. Agar berjalan maksimal, sesi pengujian ini didampingi oleh pembalap nasional Gerry Nasution sebagai instruktur. Pilihan moda berkendara pun dipilih Mid, karena merupakan mode berkendara harian.

Selama mode ini berjalan performa mobil ini terasa prima. Turbo lag tidak begitu terasa. Cukup mudah membawa mobil ini ke puncak performanya. Hanya saja karena dimensinya sedikit membesar, setiap kali melibas tikungan, bagian belakang mobil ini sedikit bergeser. Mungkin jika suspensi lebih diperkeras, agak bisa diminimalkan. Namun yang sangat terasa menyenangkan adalah jok mobil bucket yang cukup andal memeluk tubuh setiap kali meliuk melibas tikungan atau bermanuver kecil.

Selesai mode Mid, mode berkendara diganti ke mode Green. Dan disini lah keajaiban terjadi, ketika kecepatan mobil mencapai lebih dari 100 kilometer per jam, Gerry meminta pedal gas diangkat. Uniknya, ketika diangkat speedometer tidak turun dari 100 kilometer per jam.

Mobil pun secara mulus tanpa ada deru mesin karena jarum rpm hanya bertengger di angka sekitar 700-an. Alhasil penghematan bisa dicapai lebih optimal. "Nama ya Coasting Mode," terang Gerry.

Menurut Gerry ini bukan semacam fitur Cruise Control, karena fitur pada Green Mode ini pada dasarnya berfungsi melepas hubungan roda dengan mesin sehingga kendaraan bisa meluncur tanpa hambatan, sementara Cruise Control berfungsi mempertahankan kecepatan kendaraan melalui putaran mesin.

Di tengah menikmati sensasi Cruising tanpa deru mesin, Gerry langsung mengubah mode berkendara jadi Sport. Dan ketika pedal gas diinjak dalam-dalam, knalpot langsung menyalak galak. Benar-benar menggelitik nafsu untuk menggeber mobil lebih kencang. Dan memang mesin jadi lebih responsif dibanding mode lainnya. Tapi jujur saja yang paling menggoda adalah suara knalpotnya. Ibarat kata, mobil ini memiliki tampang Adam Levine dengan suara berwibawa Pavarotti.

'Menggantung' rasanya hanya diberikan kesempatan dua lap mencoba mobil ini. Meskipun demikian sudah bisa terbayang bagaimana enaknya kendaraan ini saat dibawa ke jalan raya.

Spesifikasi MINI Cooper S 2014
Mesin : 4 Silinder MINI TwinPower Turbo
Kapasitas Silinder : 1.998 cc
Tenaga Maksimal : 192 daya kuda di 4.700 – 6.000 RPM
Torsi Maksimal : 280 Nm di 1.250 RPM
Transmisi : Otomatis 6 percepatan
Dimensi (P x L x T) : 3.850 mm x 1.727 mm x 1.414 mm
Top Speed : 233 kilometer per jam
Akselerasi 0-100 kilometer per jam : 6,7 detik
Kompetitor:
- Fiat 500
- Hyundai Veloster
(dyt)
Berita Terkait
Berapa Biaya Rapid Test...
Berapa Biaya Rapid Test Antigen? Ini Daftar Harga di Jabodetabek
Bandara Soekarno-Hatta...
Bandara Soekarno-Hatta Buka Layanan Test Covid-19 untuk Umum
Israel Temukan Rapid...
Israel Temukan Rapid Test Covid-19 Supercepat Supermurah
Ini Dia Kelebihan dan...
Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test Antigen
Yuk, Perhatikan Perbedaan...
Yuk, Perhatikan Perbedaan Rapid Test Antibody, Antigen dan Swab PCR
Satu Positif Corona,...
Satu Positif Corona, Seluruh Karyawan Supermarket Berastagi Akan Dirapid Test Covid-19
Berita Terkini
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
2 jam yang lalu
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
9 jam yang lalu
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
1 hari yang lalu
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
1 hari yang lalu
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
1 hari yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved