ESA orbitkan satelit pintar perekam bencana

Jum'at, 04 April 2014 - 13:29 WIB
ESA orbitkan satelit...
ESA orbitkan satelit pintar perekam bencana
A A A
Sindonews.com - European Space Agency (ESA) meluncurkan satelit seharga miliaran Euro untuk merekam gambar jika terjadi bencana alam. Diberi nama Copernicus Earth, satelit ini diluncurkan dari pelabuhan antariksa Eropa di Guyana Perancis. Rencananya, Copernicus akan digunakan untuk memantau cairnya laut es, tumpahan minyak dan merespon keadaan darurat seperti banjir dan gempa bumi.

ESA merupakan program observasi bumi yang paling ambisius. Tidak tanggung-tanggung dana yang dihabiskan sekitar 8,4 miliar Euro atau USD11,5 miliar.

Copernicus akan membawa antena radar dan dua panel tenaga surya sepanjang 40 kaki. Satelit ini akan mengorbit pada ketinggian 693 km ( 439 mil) di atas bumi.

Satelit ini ditugaskan menyediakan data yang dapat membantu pembuat kebijakan pengembangan undang-undang lingkungan. Atau bisa juga memberikan informasi keadaan darurat seperti bencana alam atau krisis kemanusiaan .

"Satelit ini akan menjaga dan mengawasi planet kita," kata Direktur ESA, Thomas Reiter pada acara peluncuran di kota Darmstadt, Jerman, yang dikutip dari Reuters, Jumat, (4/4/2014).

Peluncuran Copernicus menjadi sangat mendesak setelah Eropa kehilangan kontak dengan satelit Envisat pada tahun 2012 setelah 10 tahun beroperasi.

"Sebuah langkah yang besar, kita sekarang dapat mencakup setiap tempat di Bumi setiap tiga sampai enam hari" ujar Direktur ESA Program Observasi Bumi, Volker Liebig menjelang peluncuran.

"Copernicus dimensinya lebih besar dari Envisat, dan jika Anda ingin menggunakan gambar untuk merekam bencana atau untuk menemukan sebuah pesawat, maka bisa menghasilan gambar sebaik mungkin," pungkas Liebig.
(dol)
Berita Terkait
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Buntut Tarif Impor Baru,...
Buntut Tarif Impor Baru, Elon Musk dan Mark Zuckerberg Cs Rugi Rp3,48 Kuadriliun dalam Sehari
18 menit yang lalu
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
6 jam yang lalu
Batas Waktu Berakhir...
Batas Waktu Berakhir Besok! TikTok Belum Laku Terjual
8 jam yang lalu
Mulai DJI, DeepSeek,...
Mulai DJI, DeepSeek, hingga TikTok, Inilah Fantastic Four Taipan Teknologi China yang Mengukir Jejak Inovasi Global
11 jam yang lalu
Bos Epic Games Sebut...
Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia
12 jam yang lalu
Poco M7 Pro 5G Tawarkan...
Poco M7 Pro 5G Tawarkan Spek Gaming Ramah Kantong, Resmi Rilis 7 April 2025!
12 jam yang lalu
Infografis
NASA Pakai Satelit untuk...
NASA Pakai Satelit untuk Melindungi Hewan Terancam Punah
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved