Eropa permasalahkan jebakan free aplikasi smartphone

Kamis, 27 Februari 2014 - 21:11 WIB
Eropa permasalahkan...
Eropa permasalahkan jebakan free aplikasi smartphone
A A A
Sindonews.com - Komisi Eropa akan menyelesaikan masalah layanan game pada tablet dan smartphone, yang memungkinkan orang terkena tagihan kartu kredit besar akibat jebakan pembelian dalam aplikasi.

Berdasarkan laporan, kelompok konsumen dari Denmark, Inggris, Italia dan Belgia, akan mengadakan pembicaraan dengan perusahaan aplikasi, pembuat kebijakan dan otoritas perlindungan konsumen selama dua hari (Kamis-Jumat) untuk mempertimbangkan aturan jelas.

Perhatian utama adalah permainan sering dicap "bebas untuk men-download" tetapi tidak "bebas untuk bermain". Lebih dari setengah game online di Uni Eropa diiklankan 'Free', meskipun banyak biaya tersembunyi.

"Menyesatkan konsumen jelas model bisnis yang salah dan juga bertentangan dengan semangat aturan Uni Eropa tentang perlindungan konsumen," kata Komisaris Keadilan Uni Eropa, Viviane Reding, seperti dilansir Reuters, Kamis (27/2/2014).

"Komisi Eropa mengharapkan jawaban lebih konkret dari industri aplikasi atas keprihatinan yang diajukan warga dan organisasi konsumen nasional," paparnya.

Dalam satu kasus di Inggris, seorang gadis 8 tahun berhasil menjalankan sebuah tagihan 4.000 pound (USD6.700) akibat pembelian aplikasi dari permainan, seperti My Horse dan Smurfs' Village. Pembayaran terpaksa diganti ayah gadis itu.

"Konsumen dan khususnya anak-anak, membutuhkan perlindungan lebih baik terhadap biaya tak terduga dari pembelian dalam aplikasi," tegas Neven Mimica, komisaris kebijakan konsumen Eropa.

Dalam proposal pertemuan tersebut pembelian aplikasi mobile dapat dinonaktifkan, menghapus bujukan melakukan pembelian, seperti "beli sekarang!" atau "upgrade now!" serta mencegah pembayaran yang didebet tanpa persetujuan secara eksplisit.

Pertemuan ini juga akan membahas apakah perusahaan harus memberikan alamat email yang memungkinkan konsumen menghubungi mereka segera dengan pertanyaan atau keluhan.

Perusahaan yang ikut ambil bagian dalam pertemuan tersebut adalah Apple dan Google, bersama lembaga perlindungan konsumen dari Denmark, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Lithuania dan Luksemburg.

Industri Aplikasi di Eropa sendiri telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya penggunaan smartphone dan tablet, yang memungkinkan konsumen mengakses game dan aplikasi.

Pasar Uni Eropa diperkirakan memiliki nilai 63 miliar euro (USD86 miliar) dalam 5 tahun ke depan. Komisi mencatat, pengguna di Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda dan Belgia diperkirakan telah menghabiskan 16,5 miliar euro untuk game online pada 2011.
(dmd)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
8 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
16 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
18 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
1 hari yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
1 hari yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa Barat dari dalam Gua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved