Ajak Warga Diam di Rumah, Ahli Unggah Video COVID-19 Melayang di Udara

Kamis, 09 April 2020 - 10:57 WIB
Ajak Warga Diam di Rumah,...
Ajak Warga Diam di Rumah, Ahli Unggah Video COVID-19 Melayang di Udara
A A A
LONDON - Masih banyaknya warga yang tetap membandel berkeliaran saat pemerintah di setiap negara memerangi virus Corona membuat ilmuwan bertindak. Mereka membuat Video yang mengerikan menunjukkan bagaimana satu batuk dapat menyebarkan corona di supermarket yang bertahan selama beberapa menit

Seperti dilansir dari The Sun Kamis (9/4/2020), Para ilmuwan membuat simulasi komputer untuk mempelajari sejauh mana virus dapat melakukan perjalanan di dalam ruangan - dan dengan cemas menemukan bagaimana awan tetesan akan menginfeksi orang lain bahkan setelah orang yang sakit berpergian.



Para ilmuwan yang terlibat mengatakan bahwa cara terbaik untuk menghindari penularan virus adalah dengan menjauh dari ruang publik yang sibuk seperti toko dan stasiun.

Profesor Ville Vuorinen dari Universitas Aalto di Finlandia mengatakan kepada BBC:Dalam sebuah pernyataan yang menyertai video, para peneliti mengatakan: "Hasil awal menunjukkan bahwa partikel aerosol yang membawa virus dapat tetap berada di udara lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga penting untuk menghindari ruang publik yang sibuk di dalam ruangan.

"Ini juga mengurangi risiko infeksi tetesan, yang tetap menjadi jalur utama penularan virus corona."

Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Aalto Finlandia, Institut Meteorologi Finlandia, Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia, dan Universitas Finlandia.

Para ahli meneliti bagaimana partikel aerosol udara kecil diangkut di udara ketika dipancarkan dari saluran pernapasan ketika bersin, batuk atau bahkan berbicara.

Mereka mengatakan: "Dalam situasi yang sedang diselidiki, awan aerosol menyebar di luar sekitar orang yang batuk dan encer dalam proses.

"Namun, ini bisa memakan waktu hingga beberapa menit. Partikel yang sangat kecil dengan ukuran ini tidak tenggelam di lantai, tetapi sebaliknya, bergerak mengikuti arus udara atau tetap mengambang di tempat yang sama."

Profesor Vuorinen juga mengatakan: "Seseorang yang terinfeksi oleh virus corona dapat batuk dan pergi, tetapi kemudian meninggalkan partikel aerosol yang sangat kecil yang membawa virus.

"Partikel-partikel ini kemudian bisa berakhir di saluran pernapasan orang lain di sekitarnya." tandasnya
(poe)
Berita Terkait
Ilmuwan TOP Dunia Yakin...
Ilmuwan TOP Dunia Yakin Vaksin Tak Akan Musnahkan Virus Corona
Vaksin Virus Corona...
Vaksin Virus Corona Asal China Respon Antibodi Hingga 100%
Ilmuwan Australia Percaya...
Ilmuwan Australia Percaya Virus Corona Buatan Manusia
Foto-Foto Labotarium...
Foto-Foto Labotarium Wuhan Simpan 1.500 Virus Termasuk COVID-19
Teknologi Sensor Sel...
Teknologi Sensor Sel Biologis Mampu Deteksi Virus Corona
Virus Corona Jadi Kado...
Virus Corona Jadi Kado Terbaik di Hari Jadi Bumi
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
9 jam yang lalu
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
10 jam yang lalu
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
10 jam yang lalu
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
10 jam yang lalu
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
10 jam yang lalu
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
23 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved