Hasil Riset Ungkap Struktur Molekul Corona di Luar China Lebih Cepat Membunuh

Senin, 23 Maret 2020 - 16:35 WIB
Hasil Riset Ungkap Struktur...
Hasil Riset Ungkap Struktur Molekul Corona di Luar China Lebih Cepat Membunuh
A A A
JAKARTA - Para ahli sepakat bahwa virus corona adalah proses aliamiah dan bukan rekayasa genetik. Menganalisis templat genetik untuk protein lonjakan yang dapat menembus dinding luar sel manusia dan hewan.

Dan para ilmuwan menemukan bahwa protein lonjakan telah berevolusi untuk secara efektif menargetkan fitur di luar sel manusia. BACA JUGA: Begini Proses Alami Corona Terjadi dari Biasa Saja hingga Pandemi

" Dan protein lonjakan sangat efektif untuk mengikat sel manusia, pada kenyataannya, para ilmuwan menyimpulkan itu adalah hasil seleksi alam dan bukan produk rekayasa genetika. Bahkan struktur molekul virus ini terus berubah, terlihat struktur di luar China lebih menakutkan," tutur Andersen seperti dilansir dari The Sun. BACA JUGA: Bukan Buatan Manusia, Ahli Imunologi Buktikan Corona Terbentuk Alami

Bukti evolusi alami ini didukung oleh data pada tulang punggung serangga - keseluruhan struktur molekulnya.

Namun, para ilmuwan menemukan bahwa tulang punggung dari coronavirus baru berbeda secara substansial dari coronavirus yang sudah dikenal dan sebagian besar menyerupai virus terkait yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling. BACA JUGA: Rasa Sakit Mengerikan Ini Dirasakan Penderita Infeksi Corona .

"Kedua fitur virus ini, mutasi pada bagian RBD dari protein lonjakan dan tulang punggung yang berbeda, mengesampingkan manipulasi laboratorium sebagai potensi asal untuk SARS-CoV-2," tambah Andersen.

Ahli biologi molekuler Richard Ebright dari Rutgers University, Piscataway, mengungkapkan kekhawatiran tentang infeksi yang tidak disengaja, yang dia perhatikan berulang kali terjadi dengan pekerja laboratorium yang menangani SARS di Beijing.

Ebright sendiri seorang ilmuan yang memiliki sejarah panjang mengibarkan bendera merah tentang studi dengan patogen berbahaya, bahkan dia pada tahun 2015 mengkritik percobaan di mana modifikasi dibuat untuk virus mirip SARS yang beredar di kelelawar China untuk melihat apakah itu berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia. B ACA JUGA: Ramuan yang Bisa Cegah Penularan Corona

Ebright mempertanyakan keakuratan perhitungan Bedford bahwa setidaknya ada 25 tahun jarak evolusi antara RaTG13 dan virus yang disimpan di lembaga virologi Wuhan dan menteror pada tahun 2019 itu jenis nCoV, dengan alasan bahwa tingkat mutasi mungkin berbeda ketika dilewatkan melalui host yang berbeda sebelum manusia.

" Data Virus Corona 2019-nCoV adalah konsisten dengan masuk ke populasi manusia baik sebagai kecelakaan alami atau kecelakaan laboratorium." tutur Ebright kepada ScienceInsider
(wbs)
Berita Terkait
Foto-Foto Labotarium...
Foto-Foto Labotarium Wuhan Simpan 1.500 Virus Termasuk COVID-19
Ramu Imunitas Tubuh,...
Ramu Imunitas Tubuh, Ilmuwan Suntikan Virus Corona ke Monyet Rhesus
Tidak Lulus Sekolah,...
Tidak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Perokok Aktif Lebih Kecil Tertular Virus Corona
Peneliti Tuding Virus...
Peneliti Tuding Virus Corona ada di China sejak Agustus 2019
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
3 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
11 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
13 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
19 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
19 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved