Peneliti Meretas Siri dan Google Assistant via Gelombang Ultrasonik

Selasa, 17 Maret 2020 - 12:00 WIB
Peneliti Meretas Siri...
Peneliti Meretas Siri dan Google Assistant via Gelombang Ultrasonik
A A A
JAKARTA - Jika Anda berpikir asisten kecerdasan buatan (AI) hanya menjawab Anda, pikirkan dua kali lagi setelah membaca artikel ini. Para peneliti di Sekolah Tinggi Teknik Universitas Michigan telah mendemonstrasikan cara untuk membuat asisten ponsel cerdas menjalankan perintah jahat yang dikeluarkan oleh peretas, lapor Tech Xplore.

Dengan menggunakan frekuensi ultrasound yang tidak terdengar di telinga manusia, para ilmuwan menipu para asisten AI agar mematuhi perintah mereka. Ternyata, mikrofon ponsel cerdas dapat mendeteksi suara jauh di atas pendengaran manusia, dan gelombang ultrasonik ini dapat mengaktifkan Siri atau Google Assistant.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah kerentanan yang sama ditemukan hampir tiga tahun lalu oleh tim dari Universitas Zhejiang. Dengan hanya menggunakan perangkat keras tambahan senilai Rp45.000, para ilmuwan China dapat menerjemahkan perintah suara ke ultrasound dan mengaktifkan Siri dan Alexa di berbagai perangkat. Para ilmuwan menyebutnya kerentanan DolphinAttack -lumba-lumba menggunakan ultrasound untuk navigasi.

Tim dari Michigan menggunakan elemen piezoelektrik sebagai gantinya -mengubah listrik menjadi ultrasound, tetapi prinsip dasarnya tetap sama. Gelombang ultrasonik ini dapat dikirim melalui permukaan keras seperti logam, kayu atau kaca pada jarak hingga 30 kaki. Metode baru ini dijuluki "SurfingAtttack".

Kerentanan ini dapat dengan mudah membiarkan peretas mengirim perintah yang berbeda ke ponsel Anda dan membuatnya melakukan hal-hal buruk. Mereka dapat menggunakan Siri untuk menelepon teman-teman Anda, mencuri kode 2FA Anda, membatalkan rapat atau secara teori bahkan meminta uang.

Jika ponsel terkunci, dan Anda menggunakan sidik jari atau FaceID untuk otentikasi, semuanya menjadi kurang dramatis. Para peneliti telah menguji hack SurfingAttack dengan 17 model telepon dan 15 di antaranya terbukti rentan. Di antara mereka ada empat iPhone yaitu iPhone 5, 5s, 6, dan iPhone X. Kemudian tiga Google Pixels pertama dan Samsung Galaxy S7 serta S9.

Sungguh aneh pabrikan handphone membiarkan pintu ini terbuka begitu lama, tapi ada cara mudah untuk melindungi diri Anda dari SurferAttack. Menurut para ilmuwan, Anda cukup meletakkan bahan lembut di smartphone ketika meletakkannya di permukaan yang keras di depan umum sehingga akan melindunginya dari pengaruh ultrasonik berbahaya.
(mim)
Berita Terkait
Siri dan Apple Intelligence...
Siri dan Apple Intelligence Siap Gunakan AI Berbasis Google Gemini
Gemini Ambil Alih Siri,...
Gemini Ambil Alih Siri, Apple Uji Google AI untuk World Knowledge Answers
Perusahaan AI China...
Perusahaan AI China Tuntut Apple Stop Jualan di China Karena Langgar Hak Cipta
Tiga Jagoan IT Tinggalkan...
Tiga Jagoan IT Tinggalkan Apple buat Google karena Masalah Kecerdasan Buatan
Apple Siap Memproduksi...
Apple Siap Memproduksi Televisi Berteknologi AI dan Siri?
Diklaim Sudah Tertinggal,...
Diklaim Sudah Tertinggal, Apple Siapkan Siri Berteknologi AI
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved