Penambangan Astroid, Bisa Picu Perang Antar Planet

Senin, 09 Maret 2020 - 20:54 WIB
Penambangan Astroid,...
Penambangan Astroid, Bisa Picu Perang Antar Planet
A A A
NEW YORK - Penambangan asteroid yang dipimpin NASA disebut bisa memicu perang luar angkasa untuk menjajah planet-planet lain.

Para ahli percaya asteroid dapat ditambang sebagai awal dari proses untuk menjajah planet-planet baru yang cocok untuk kehidupan manusia dengan sejumlah investor dikatakan tertarik

Seperti dilansir dari Daily, Sampai saat ini, teknologinya belum cukup maju untuk melakukan pekerjaan seperti itu di luar angkasa, tetapi para ilmuwan percaya bahwa itu mungkin suatu hari berkat pengembangan pesawat ruang angkasa yang lebih maju serta bahan bakar dan teknologi terkait termasuk komunikasi, penginderaan jauh , mendekati dan operasi permukaan, pengumpulan dan pengujian sampel.

Sejauh ini Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan ada sekitar 12 ribu asteroid yang berhasil dideteksi, di mana itu jaraknya sekitar 45 juta kilometer dari Bumi.

Menurut Fisikawan Michio Kaku, beralihnya ke penambangan asteroid adalah sebagai pemecah krisis kekurangan sumber daya yang dihadapi di planet ini.

"Asteroid adalah tambang emas terbang di luar angkasa," sebutnya.

Para geologi percaya bahwa di asteroid itu terkandung berbagai macam sumber daya alam, seperti bijih besi, nikel, sampai logam mulia yang konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang ada ditemukan di Bumi.

Bahkan, untuk satu asteroid dengan lebar 3.000 kaki diperkirakan menghasilkan pundi-pundi sebesar USD 5,4 triliun. Hal itu, yang membuat Goldman Sachs terus mengikuti perkembangan terkini tentang industri antariksa.

Bank yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat ini mengamati terus perkembangan penambangan, terutama yang berkaitan dengan pembuatan wahana antariksa yang ongkosnya lebih murah.

Namun, rupanya langkah Goldman Sachs masih kalah cepat dengan Luksemburg, sebuah negara kecil yang berada di Benua Eropa ini. Luksemburg mengembangkan inisiatif untuk menambang sumber daya di luar angkasa pada 2016.

Luksemburg akan menggelontorkan USD 223 juta kepada perusahaan yang bekerja untuk menambang di luar angkasa.

"Tujuan kami adalah untuk menempatkan kerangka keseluruhan eksplorasi dan penggunaan sumber daya komersial dari benda langit, seperti asteroid atau dari Bulan," ungkap Etienne Schneider, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Luksemburg.
(wbs)
Berita Terkait
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Ahli Meteorologi Sebut...
Ahli Meteorologi Sebut Peluncuran Roket SpaceX Bakal Kembali Terkendala Cuaca
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
3 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
6 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
14 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
15 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
19 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
19 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved