TikTok Kebanjiran Video Kabut Tebal Selimuti Kota Wuhan

Minggu, 16 Februari 2020 - 21:33 WIB
TikTok Kebanjiran Video...
TikTok Kebanjiran Video Kabut Tebal Selimuti Kota Wuhan
A A A
WUHAN - Laporan Satelit soal kadar sulfur dioksida di China yang melampaui batas bukan kabar hisapan jempol. Terlihat kabut asap tebal di kota Wuhan China memang begitu pekat yang disinyalir dari tempat kremasi-kremasi bertebaran di TikTok.

Bahkan aplikasi saingan berat Facebook ini, kebanjiran unggahan kabut tebal yang menyelimuti kota Wuhan menimbulkan kekhawatiran , Jumlah kematian orang terkait dengan infeksi virus Corona jauh lebih tinggi daripada laporan resmi yang dikeluarkan oleh China. BACA JUGA: Fakta Corona Ditutupi, Satelit Beberkan Kadar Sulfur Dioksida di China

Seperti dilansir dari Daily Star, dari rekaman video terlihat bahwa Wuhan sedang diselimuti kabut yang cukup tebal. Ada warga Wuhan yang mengatakan : Kabut misterius itu tiba-tiba muncul entah dari mana.
TikTok Kebanjiran Video Kabut Tebal Selimuti Kota Wuhan

Menurut ‘Daily Star’, kabut tebal yang menyelimuti kota Wuhan tersebut sempat menimbulkan perhatian masyarakat di sana. Kabut itu berasal dari krematorium yang beroperasi selama 24 jam sehari untuk membakar jenazah para penderita yang terinfeksi coronavirus jenis baru. BACA JUGA: Dunia Cari Ali Mohamed Zaki Pembasmi Virus Corona di Arab Saudi

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok telah memberikan instruksi : Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, semua jenazah yang terinfeksi coronavirus jenis baru tersebut harus dikremasi. Penguburan maupun upacara sembahyang tidak diperkenankan. Aneh ! Sehari setelah instruksi tersebut dikeluarkan, kabut tebal langsung menyelimuti kota Wuhan. BACA JUGA: AS Pastikan Hanya Tuhan yang Bisa Hentikan Virus Corona

Tingkat sulfur dioksida yang tinggi di Wuhan dan Chongqing yang dikarantina dapat menandakan kremasi massal, demikian klaimPeta satelit dalam beberapa hari terakhir telah mendeteksi tingkat SO2 yang mengkhawatirkan di sekitar Wuhan yang merupakan pusat penyebaran.

Foto satelit ini yang ditangkap pada akhir pekan menunjukkan tingkat sulfur dioksida (SO2) yang sangat tinggi di kota Wuhan.

Satu foto peta dari Windy.com yang berbasis di Ceko menunjukkan tingkat sulfur dioksida di Wuhan pada 1.350 mikrogram per meter kubik (μg / m3) selama akhir pekan.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dosis yang aman adalah 500 ug / m3, Sementara Pemerintah Inggris mengatakan konsentrasi 15 menit 533 μg / m3 adalah "tinggi".

Tetapi tidak pasti bahwa tingkat SO2 yang tinggi turun untuk membakar korban virus karena gas tidak berwarna juga dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak dan melalui industri.
(wbs)
Berita Terkait
Foto-Foto Labotarium...
Foto-Foto Labotarium Wuhan Simpan 1.500 Virus Termasuk COVID-19
Ramu Imunitas Tubuh,...
Ramu Imunitas Tubuh, Ilmuwan Suntikan Virus Corona ke Monyet Rhesus
Tidak Lulus Sekolah,...
Tidak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Peneliti Tuding Virus...
Peneliti Tuding Virus Corona ada di China sejak Agustus 2019
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Perokok Aktif Lebih Kecil Tertular Virus Corona
Berita Terkini
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
16 menit yang lalu
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
1 jam yang lalu
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
14 jam yang lalu
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
15 jam yang lalu
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
17 jam yang lalu
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
1 hari yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved