Teka-Teki AS dan China Kantongi Obat Ampuh Virus Corona Terungkap!

Sabtu, 08 Februari 2020 - 09:51 WIB
Teka-Teki AS dan China...
Teka-Teki AS dan China Kantongi Obat Ampuh Virus Corona Terungkap!
A A A
WUHAN - Virus Corona yang menyerang China terus memburuk, membuat para ilmuan seantero dunia berlomba-lomba membuat formula vaksin dan atibiotik Virus Corona.

Sebuah laporan dari Amerika Serikat telah membuat kemajuan dalam pengobatan pasien yang dikonfirmasi terinfeksi virus korona baru itu.

Hal ini tertuang dalam New England Journal of Medicine (NEJM) pada 31 Januari 2020 lalu mengatakan, bahwa pasien pertama yang didiagnosis Corona Wuhan” di Amerika Serikat terlihat membaik dan tidak memperlihatkan adanya efek samping setelah diberikan “Remdesivir” , yakni sejenis obat percobaan virus Ebola dari perusahaan farmasi Gilead Science.

Obat ini dikembangkan oleh Gilead Sciences yang berbasis di Amerika Serikat, ditujukan untuk penyakit menular seperti Ebola dan SARS.

Dan AS memberikan obat tersebut secara cuma-cuma kepada pemerintah China untuk membantu mengobati Corona di China.

Namun tak lama kemudia, pada 4 Februari 2020, Institut Virologi Wuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China mengumumkan sebuah hasil penelitian, menyatakan bahwa para ilmuwan China telah membuat kemajuan penting dalam persiapan obat anti-radang paru-paru atau pneumonia Wuhan dan telah mengajukan paten.

Institut Virologi Wuhan (IVW) menerbitkan sebuah artikel berjudul “Para ilmuwan China telah membuat kemajuan penting dalam persiapan obat anti-virus Corona atau 2019

Di situs website IVW, menyatakan, bahwa sesuai dengan praktik internasional, dan atas dasar melindungi kepentingan nasional. Institut terkait telah mengajukan paten obat anti virus Corona baru atau 2019 novel coronavirus pada 21 Januari 2020, dan akan menjangkau negara-negara di dunia melalui Patent Cooperation Treaty – PCT (Perjanjian Kerjasama Paten).

Para Ilmuan penelitian mengatakan yang diklaim Institut Virololgi Wuhan adalah paten yang dikembangi institute virologi Wuhan dari perusahaan farmasi Amerika, Gilead Science.
(wbs)
Berita Terkait
Foto-Foto Labotarium...
Foto-Foto Labotarium Wuhan Simpan 1.500 Virus Termasuk COVID-19
Ramu Imunitas Tubuh,...
Ramu Imunitas Tubuh, Ilmuwan Suntikan Virus Corona ke Monyet Rhesus
Tidak Lulus Sekolah,...
Tidak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Peneliti Tuding Virus...
Peneliti Tuding Virus Corona ada di China sejak Agustus 2019
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Perokok Aktif Lebih Kecil Tertular Virus Corona
Berita Terkini
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
1 jam yang lalu
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
2 jam yang lalu
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
6 jam yang lalu
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
1 hari yang lalu
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
1 hari yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
1 hari yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved