Epidemi Mematikan, Virus Corona seperti Bahaya Perubahan Iklim

Minggu, 26 Januari 2020 - 12:45 WIB
Epidemi Mematikan, Virus...
Epidemi Mematikan, Virus Corona seperti Bahaya Perubahan Iklim
A A A
BEIJING - Virus Corona dari China membuat dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kalangkabut. Pasalnya hingga kini belum ada antiobiotik dan antivirus yang dapat mencegahnya

Dr Simon Clarke, seorang ahli mikrobiologi di University of Reading mengatakan infeksi Corona akan menjadi pembunuh paling sadis di dunia.

"Masalah ini sama dengan ancaman perubahan iklim dan keduanya sama bahayanya." tutur Clarke seperti dilansir dari Dailystar, Minggu (26/1/2019). Baca Juga: Corona Belum Ada Antivirusnya, Bill Gates Minta Basmi dengan Cara Militer

Tidak adanya antibiotik ampuh dapat menandakan wabah baru di zaman ini dengan mengantarkan 10 juta kematian pada tahun 2050, para peneliti memperingatkan.

Public Health England (PHE) memperingatkan perawatan baru yang inovatif masih 'sangat dibutuhkan' untuk mencegah bom waktu yang berdetak dari epidemi kesehatan yang serius.

Para peneliti mengatakan hal itu berdasarkan fakta Lebih dari 90.000 orang dirawat di rumah sakit yang terkena Virus Corona kebal terhadap antibiotik tahun lalu. BACA JUGA: Virus dari China berdasarkan penelitian medis

Angka-angka digital NHS menunjukkan angka-angka berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dan para ahli memperingatkan bahwa Corona menimbulkan ancaman terhadap kemanusiaan yang sama seriusnya dengan perubahan iklim.

Dan mereka mengatakan angka sebenarnya cenderung jauh lebih tinggi karena tes rumah sakit hanya mengambil sekitar setengah dari semua kasus. BACA JUGA: Pendapat Ahli Soal Virus Corona dari China

Angka-angka menunjukkan bahwa antara 2014 dan 2015 ada 64.293 kasus pasien yang didiagnosis dengan bug resisten. Ini telah meningkat dari tahun ke tahun, mencapai rekor 90.173 tahun lalu.

Hampir 3.000 orang terbunuh setiap tahun oleh Corona, termasuk E. coli (inset) dan infeksi aliran darah Kleb-siella pneumoniae.
(wbs)
Berita Terkait
Foto-Foto Labotarium...
Foto-Foto Labotarium Wuhan Simpan 1.500 Virus Termasuk COVID-19
Ramu Imunitas Tubuh,...
Ramu Imunitas Tubuh, Ilmuwan Suntikan Virus Corona ke Monyet Rhesus
Tidak Lulus Sekolah,...
Tidak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Peneliti Tuding Virus...
Peneliti Tuding Virus Corona ada di China sejak Agustus 2019
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Perokok Aktif Lebih Kecil Tertular Virus Corona
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
Perubahan Iklim Jadikan...
Perubahan Iklim Jadikan Bulan Juli 2023 Waktu Terpanas di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved