Bisakah Kecerdasan Buatan Kerjakan Tugas PNS? Ini Kata Ahlinya

Senin, 09 Desember 2019 - 18:00 WIB
Bisakah Kecerdasan Buatan...
Bisakah Kecerdasan Buatan Kerjakan Tugas PNS? Ini Kata Ahlinya
A A A
BOGOR - Presiden Joko Widodo melemparkan wacana mengganti pelaksana tugas pegawai negeri sipil (PNS) dengan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan (AI). AI di sini diasumsikan banyak pihak sebagai robot pintar. Pertanyaannya, bisakah keinginan Presiden itu terwujud?

Ketika hal ini ditanyakan kepada Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristek-BRIN, Kemal Prihatman, dia menjawab, hal itu sangat memungkinkan. "Apa yang diinginkan Pak Presiden sangat dimungkinkan. Sebagai informasi, saya pernah bertemu dengan pakar AI dari India dan dia mengatakan, Indonesia sebenarnya kaya akan kecerdasan buatan. Pakar dari India ini sebetulnya juga kaget melihat perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia," ungkap Kemal saat menjadi pembicara dalam Media Gathering Kemenristek-BRIN bersama Forum Wartawan Teknologi dan Inovasi (Forwatekin) di Bogor, Jawa Barat, akhir pekan kemarin.

Kemal pun menghargai wacana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Terlebih kualitas AI di Tanah Air sehatinya sudah mumpuni.

"Apa yang disampaikan Bapak Presiden sudah benar karena bangsa ini memang memiliki teknologi AI yang mumpuni. Hanya saja selama ini penggunaan AI masih sangat rendah. Nah melalui keinginan Beliau, maka diharapkan bisa mendongkrak pemanfaatan AI di Tanah Air," harap Kemal.

Dia pun menyebut AI tak melulu soal robot karena bisa juga hanya berupa mesin. Nah mesin atau robot pintar berkemampuan AI ini bisa melakukan pekerjaan aparatur negara yang bersifat melayani masyarakat langsung.

"Sebut saja kepengurusan perizinan. Masyarakat tinggal datang memasukan data perizinan yang dituju dan kemudian menunggu. Nanti AI yang bekerja secara cerdas memproses pengajuan izin tersebut. Ini bisa meningkatkan pelayanan publik. Khususnya dari sisi efisiensi waktu dan anggaran. Selain itu, penggunaan AI bisa menekan terjadinya kolusi korupsi dan nepotisme dalam penerbitan izin," papar Kemal.

Presiden sendiri melontarkan gagasan penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk melaksanakan sejumlah pekerjaan PNS pada bulan lalu. Dia berharap teknologi tersebut mampu meningkatkan pelayanan negara kepada publik.
(mim)
Berita Terkait
Teknologi AI Deepfake...
Teknologi AI Deepfake Akan Membuat Sulit Bedakan Manusia dan Robot
Peluncuran IM3 Platinum...
Peluncuran IM3 Platinum dengan Kecanggihan Teknologi Artificial Intelligence (AI)
Soal Ancaman Robot AI,...
Soal Ancaman Robot AI, Partai Perindo: Tantangan Manusia Kembangkan Keilmuan dan Pengetahuan
World AI-Show Indonesia...
World AI-Show Indonesia 2025, Ada Robot yang Bisa Berbahasa Daerah!
FKIHM Jabanusa Optimalkan...
FKIHM Jabanusa Optimalkan Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Kawal Pencapaian Industri Hulu Migas
LG Luncurkan Agen AI,...
LG Luncurkan Agen AI, Robot dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
Berita Terkini
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
2 jam yang lalu
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
16 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
20 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
23 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
1 hari yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved