Induk Google Ciptakan Robot yang Bisa Berdampingan dengan Manusia

Minggu, 24 November 2019 - 13:00 WIB
Induk Google Ciptakan...
Induk Google Ciptakan Robot yang Bisa Berdampingan dengan Manusia
A A A
MOUNTAIN VIEW - Perusahaan teknologi, Boston Dynamics, terkenal kerap mengembangkan robot yang mutakhir. Namun, hingga saat ini, perusahaan masih belum mampu menciptakan robot yang bisa hidup berdampingan dengan manusia guna membantu tugas sehari-hari.

Sementara itu, perusahaan induk Google, Alphabet, menjawab tantangan tersebut melalui X Lab eksperimental. Di sana, para insinyurnya tengah mengerjakan robot yang disebut dengan The Everyday Robot Project.

Hans Peter Brondmo, General Manager dari proyek ini menjelaskan, proyek fokus untuk menciptakan robot yang dapat berinteraksi dengan manusia.

Boston Dynamics sebelumnya merupakan sebuah divisi milik Alphabet, yang terkenal karena menciptkan robot manusia dan robot anjing. Kemudian, divisi tersebut dijual ke Softbank pada 2017.

Mengutip laman Endgadget, Minggu (24/11/2019), sebagai tahap pertama, para insinyur merakit The Everyday Robot Project agar dapat memilah sampah di kantor Alphabet.

Seperti kantor pada umumnya, Alphabet juga memiliki berbagai sampah yang bisa didaur ulang dan tidak. Biasanya, secara tidak sengaja orang menaruh sampah di tempat yang salah.

Bercampurnya sampah tersebut membuat banyak barang yang dikirim ke tempat pembuangan sampah, daripada ke tempat pendauran ulang. Untuk mengatasi masalah tersebut, insinyur memutuskan untuk mengajari robot agar dapat memilah sampah dan memindahkan sampah yang dibuat di tempat yang salah.

Jika menggunakan cara sebelumnya, para insinyur pasti memberikan kode pada robot untuk mengenali sampah tertentu, kemudian mengatur agar robot dapat memindahkan sampah itu ke tempat seharusnya.

Namun, X Lab menggunakan cara yang berbeda dengan menggunakan simulasi, penguatan pembelajaran, dan pembelajaran kolaboratif. Pada malam harinya, robot tersebut dilatih secara visual untuk memilah sampah virtual di kantor virtual.

Keesokannya, hasil dari pelatihan itu diterapkan pada pekerjaan nyata. Pelajaran yang diserap oleh robot saat bekerja nyata, dituang secara virtual untuk melakukan pelatihan lebih lanjut.

Hasil pelatihan itu tampak dengan berkurangnya percampuran sampah dari 20% menjadi kurang dari 5%. Untuk melanjutkan pengembangan ini, para insinyur sedang meliti apakah robot tersebut dapat melakukan tugas lainnya. Sebab, insinyur menginginkan robot dapat membantu tugas yang lebih sulit, seperrti membantu orang tua dalam melakukan pekerjaan rumah.
(mim)
Berita Terkait
Google Luncurkan Panduan...
Google Luncurkan Panduan Cara Membuat Robot AI
Google Kembangkan Lengan...
Google Kembangkan Lengan Robot Canggih, Mirip di Film Terminator
Gantikan Tenaga Manusia,...
Gantikan Tenaga Manusia, China Genjot Pengadaan Robot Pabrik
Israel Ciptakan Robot...
Israel Ciptakan Robot yang Memiliki Indra Penciuman
Uniknya 4 Robot Pelayan...
Uniknya 4 Robot Pelayan Restoran di Dunia
3 Miliar Robot Humanoid...
3 Miliar Robot Humanoid Akan Digunakan pada 2060
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
20 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
22 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
22 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
22 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
22 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
23 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved