Yayasan Nirlaba asal AS Pakai AI untuk Kurangi Jumlah Kematian

Selasa, 05 November 2019 - 00:07 WIB
Yayasan Nirlaba asal...
Yayasan Nirlaba asal AS Pakai AI untuk Kurangi Jumlah Kematian
A A A
NEW YORK - Yayasan Rockefeller sebuah organisasi nirlaba dan yayasan pribadi yang berpusat di New York, AS, berinisiatif untuk menggunakan artificial intelligence (AI) untuk membantu petugas medis.

Dengan penggunaan kecerdasan buatan itu, yayasan berjanji sedikitnya dapat menyelamatkan enam juta anak-anak dan perempuan di sepuluh negara pada 2030.

Saat ini, inisiatif tersebut tengah dalam proses uji coba di Uganda dan India. Tahap pertama berlangsung pada tahun ini hingga 2022. Kemudian rencananya disusul di delapan negara lainnya pada 2030.

Program ini difokuskan di daerah-daerah yang membutuhkan dengan tingkat kematian tinggi. Tahap pertama dimulai pada 25 September lalu dan kemungkinan diperluas di berbagai negara di Afrika Timur dan Afrika Selatan.

Melansir laman The Next Web, Senin (4/11/2019), program yang dinamakan Precision Public Health ini didanai sebesar USD100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun oleh Rockefeller dan mitra lainnya.

Caranya dengan menggunakan data yang valid untuk memberikan layanan kesehatan yang efektif, terutama para ibu hamil.

Dengan data tersebut, ibu hamil dapat dipantau secara teliti oleh petugas kesehatan terdekat, agar ketika waktu melahirkan tiba dapat langsung dilarikan ke rumah sakit, untuk dibantu para dokter dan perawat profesional saat proses persalinan.

“Tujuan utama kami adalah meminimalisir kematian akibat penyakit yang seharusnya dapat dicegah, seperti malaria, diare, dan radang paru-paru pada anak. Kami memastikan mereka dapat akses layanan kesehatan,” kata Manisha Bhinge, Associate Director Rockefeller.

Sementara itu, Menteri Kesehata Uganda, Jane Aceng mengatakan, dengan penggunaan data yang cerdas, dapat membantu meningkatkan pemberian layanan kesehatan di negara tersebut.

“Data dapat membantu kita melihat siapa yang paling membutuhkan layanan kesehatan. Kami berharap dapat bekerja sama dengan mitra global, dan melibatkan perusahaan teknologi, dengan membuat inovasi untuk menyelamatkan kehidupan,” tutur Aceng.
(wbs)
Berita Terkait
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Temuan Sensor Baru yang...
Temuan Sensor Baru yang Mampu Deteksi Kanker Lebih Cepat
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
4 jam yang lalu
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
9 jam yang lalu
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
13 jam yang lalu
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
13 jam yang lalu
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
18 jam yang lalu
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
23 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved