Rapat Bakal Lebih Lancar dengan Kehadiran Inovasi Notulite
Kamis, 31 Oktober 2019 - 08:28 WIB
Rapat Bakal Lebih Lancar dengan Kehadiran Inovasi Notulite
A
A
A
JAKARTA - PT Bahasa Kita menggebrak market teknologi pengenal wicara otomatis dengan meluncurkan produk inovatif Notulite . Sebuah inovasi baru bagaimana voice atau suara diubah dalam waktu cepat dan tepat ke bentuk teks dengan akurasi sangat tinggi.
Notulite dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pasar atas sistem transkripsi otomatis bahasa Indonesia yang cepat, akurat dan ekonomis. Untuk diketahui, Notulite memiliki empat fitur utama.
Pertama, diarisasi pembicara. Melalui fitur ini Notulite dapat mengenali karakteristik suara pembicara sehingga secara otomatis dapat membedakan siapa berbicara apa dalam wawancara, rapat, diskusi, maupun sidang.
"Kedua, fitur multi audio. Fitur ini memberikan kebebasan dalam mengoperasikan Notulite. Suara dapat berasal dari mikrofon secara langsung maupun rekaman suara dengan cara mengunggahnya," kata Oskar Riandi, Direktur Utama PT Bahasa Kinerja Utama.
Fitur ketiga adalah fitur penyuntingan semasa transkripsi dan terakhir, fitur pemformatan teks. Fitur tersebut bekerja menyesuaikan format penulisan agar baku sesuai ejaan yang disempurnakan dan mudah dibaca.
Oskar mengatakan, PT Bahasa Kita yang berdiri sejak tahun 2015 terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya pemrosesan suara dan bahasa Indonesia. Notulite sendiri diharapkan mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pidato, rapat, wawancara, diskusi, perkuliahan, sidang maupun forum-forum resmi lainnya. "Ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomer 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia," imbuhnya.
Dalam perjalanannya PT Bahasa Kita telah banyak mendapatkan penghargaan baik dari pemerintah maupun swasta. Contohnya, terseleksi sebagai AI startup dalam bidang teknologi pengenal wicara otomatis dan pemrosesan bahasa alami, Digitaraya Google Launchpad, 2019. Lalu Juara 2 Transhub Challenge, Kementerian Perhubungan, 2018.
"Lalu juara satu XL Business Solution IoT Hackaton, XL Axiata , 2018; Finalis BCA Financial Hacking, 2017 dan lainnya," imbuhnya.
Oskar berpendapat, Indonesia memiliki bahasa persatu bangsa yang luar biasa. Karena itu momen memeringati Hari Sumpah Pemuda ini mengingatkan anak bangsa untuk terus menerus menjaga dan mengembangkan Bahasa Indonesia agar selain digunakan sebagai bahasa persatuan 250 juta rakyat Indonesia, juga menjadi bahasa yang mendunia.
"Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi pengenal wicara otomatis khusus di buat dalam bahasa Indonesia," imbuhnya.
Selain itu, lanjut dia, perkembangan persaingan usaha di Industri 4.0 dan globalisasi saat ini memerlukan kecepatan mengambil keputusan yang didukung data lengkap dan akurat. "Pekerjaan notulensi yang dilakukan secara manual selain memerlukan waktu lama, juga sumber daya yang banyak. Notulite hadir untuk mempercepat proses notulensi yang lengkap, sehingga produktifitas kerja bisa meningkat," pungkasnya.
Notulite dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pasar atas sistem transkripsi otomatis bahasa Indonesia yang cepat, akurat dan ekonomis. Untuk diketahui, Notulite memiliki empat fitur utama.
Pertama, diarisasi pembicara. Melalui fitur ini Notulite dapat mengenali karakteristik suara pembicara sehingga secara otomatis dapat membedakan siapa berbicara apa dalam wawancara, rapat, diskusi, maupun sidang.
"Kedua, fitur multi audio. Fitur ini memberikan kebebasan dalam mengoperasikan Notulite. Suara dapat berasal dari mikrofon secara langsung maupun rekaman suara dengan cara mengunggahnya," kata Oskar Riandi, Direktur Utama PT Bahasa Kinerja Utama.
Fitur ketiga adalah fitur penyuntingan semasa transkripsi dan terakhir, fitur pemformatan teks. Fitur tersebut bekerja menyesuaikan format penulisan agar baku sesuai ejaan yang disempurnakan dan mudah dibaca.
Oskar mengatakan, PT Bahasa Kita yang berdiri sejak tahun 2015 terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya pemrosesan suara dan bahasa Indonesia. Notulite sendiri diharapkan mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pidato, rapat, wawancara, diskusi, perkuliahan, sidang maupun forum-forum resmi lainnya. "Ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomer 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia," imbuhnya.
Dalam perjalanannya PT Bahasa Kita telah banyak mendapatkan penghargaan baik dari pemerintah maupun swasta. Contohnya, terseleksi sebagai AI startup dalam bidang teknologi pengenal wicara otomatis dan pemrosesan bahasa alami, Digitaraya Google Launchpad, 2019. Lalu Juara 2 Transhub Challenge, Kementerian Perhubungan, 2018.
"Lalu juara satu XL Business Solution IoT Hackaton, XL Axiata , 2018; Finalis BCA Financial Hacking, 2017 dan lainnya," imbuhnya.
Oskar berpendapat, Indonesia memiliki bahasa persatu bangsa yang luar biasa. Karena itu momen memeringati Hari Sumpah Pemuda ini mengingatkan anak bangsa untuk terus menerus menjaga dan mengembangkan Bahasa Indonesia agar selain digunakan sebagai bahasa persatuan 250 juta rakyat Indonesia, juga menjadi bahasa yang mendunia.
"Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi pengenal wicara otomatis khusus di buat dalam bahasa Indonesia," imbuhnya.
Selain itu, lanjut dia, perkembangan persaingan usaha di Industri 4.0 dan globalisasi saat ini memerlukan kecepatan mengambil keputusan yang didukung data lengkap dan akurat. "Pekerjaan notulensi yang dilakukan secara manual selain memerlukan waktu lama, juga sumber daya yang banyak. Notulite hadir untuk mempercepat proses notulensi yang lengkap, sehingga produktifitas kerja bisa meningkat," pungkasnya.
(mim)