Para Peneliti Pastikan AI Dapat Digunakan untuk Medis

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 17:01 WIB
Para Peneliti Pastikan...
Para Peneliti Pastikan AI Dapat Digunakan untuk Medis
A A A
NEW YORK - Artificial Intelligence (AI) kini sudah mampu menemukan kondisi medis dengan tingkat akurasi yang tinggi. Misalnya, kondisi medis seperti pendarahan pada otak, jika salah melakukan deteksi tentu berakibat fatal.

Tapi jangan takut, para peneliti dari University of California, Berkeley dan University of California, San Francisco (UCSF), berhasil menciptakan algoritma yang mampu mendeteksi pendarahan pada otak dengan tingkat akurasi yang lebih baik daripada dua dari empat ahli radiologi.

Teknologi modern ternyata sudah siap untuk hal tersebut. Kunci dari penelitian ini adalah algoritma yang dilatih dengan sangat detail. Kumpulan Berita Temuan Ilmuan yang Berkaitan dengan Alquran

Melansir laman Engadget, UCSF mengatakan, proses ini bergantung pada Convolutional Nerual Network (CNN), sebuah metode machine learning, yang mampu meneliti lebih dari 4.396 CT scan.

Angkat tersebut merupakan jumlah sampel yang realtif kecil. Meski begitu, ketidaknormalan itu dapat dirinci berdasarkan tingkat pixel. Artinya, tingkat kemungkinan salahnya jauh lebih kecil.

Teknik ini juga memiliki pelatihan AI pada bagian gambar sekaligus, sehingga mengurangi kemungkinan membuat keputusan yang salah berdasarkan perubahan yang sangat kecil. Baca Juga: Berita Fakta-Fakta Hubungan Sains dengan Alquran

Kendati demikian, sama seperti sistem deteksi berbasis AI lainnya, penemuan ini tidak akan sepenuhnya menggantikan fungsi dokter.

Sistem hanya membutuhkan waktu sekitar satu detik untuk memberikan laporan, dan secara otomatis dapat melakukan klasifikasi berbagai jenis pendarahan. Cara ini bisa menghemat waktu dokter pada saat keadaan darurat. Sistem juga bisa memastikan jenis pendarahan yang sangat sulit ditemukan.

Sementara itu, saat ini para ilmuwan masih dalam tahap pengujian algoritma dari CT scan. Mungkin suatu saat nanti ada kesempatan teknologi ini digunakan, agar dengan cepat mendeteksi pasien. Juga dapat membantu dokter untuk lebih fokus pada tindakan penyelamatan hidup seseorang.
(wbs)
Berita Terkait
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Ahli Meteorologi Sebut...
Ahli Meteorologi Sebut Peluncuran Roket SpaceX Bakal Kembali Terkendala Cuaca
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Berita Terkini
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
17 jam yang lalu
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
17 jam yang lalu
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
1 hari yang lalu
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
1 hari yang lalu
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
1 hari yang lalu
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
1 hari yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved