Johnny G Plate Ditunjuk Jadi Menkominfo, Ini PR yang Menantinya

Rabu, 23 Oktober 2019 - 15:36 WIB
Johnny G Plate Ditunjuk...
Johnny G Plate Ditunjuk Jadi Menkominfo, Ini PR yang Menantinya
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju. Di pos Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jokowi menunjuk politikus Nasdem Johnny G Plate.

"Johnny Plate Menkominfo, berkaitan dengan siber cryme, kedaulatan data, industri teknologi informasi di domestik jadi wilayah beliau," kata Presiden Jokowi pada acara perkenalan jajaran menteri baru di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu pagi (23/10/2019)

Ia akan menggantikan peran Rudiantara yang telah menjabat sebagai Menkominfo selama lima tahun sejak 2014.

Nama Johnny memang masih asing di industri telekomunikasi dan digital yang bersinggungan langsung dengan ranah kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Berbeda dengan Rudiantara yang berasal dari kalangan industri terkait, Johnny Gerard Plate adalah seorang politisi dan pengusaha.

Namun, usaha yang ia geluti juga sangat jauh dari bidang industri telekomunikasi atau yang berkaitan dengan ranah Kominfo.

Mantan Menkominfo Rudiantara di masa-masa akhir jabatannya menjelaskan fokus utama Menkominfo yang baru adalah konsolidasi operator seluler.

Sekedar informasi Rudiantara sejak awal ditunjuk sebagai Menkominfo di era pemerintahan Jokowi-JK ingin mendorong konsolidasi para operator seluler.

Namun hingga akhir jabatan, konsolidasi operator seluler tersebut tak berhasil dilakukan.

Ditemui belum lama ini pria yang akrab disapa Chief RA ini mengaku tak masalah Menkominfo selanjutnya berlatar belakang politik maupun profesional, yang pasti harus bisa klik dengan Presiden RI Jokowi.

"Kalau menurut saya apakah itu berlatar belakang politik atau tidak berlatar belakang politik yang penting bisa ngeklik sama presiden dan membangun unrastruktur tanpa henti kemudian juga mengembangkan ekosistem ekonomi digital dan juga jangan lupa pr untuk konsolidasi," ungkapnya.

Kemudian ia menjelaskan alasan utama yang menjadi penyebab belum rapungnya konsolidasi operator seluler itu tak berhasil dilakukan di eranya menjabat.

"Perlu waktu terutama di pemegang saham pengendali itu satu. Pemerintah juga harus menyiapkan di sisi frekuensi, di frekuensi ada gambaran sih kalau 3,5 dipakai satelit kan tidak seluruh Indonesia, kan di beberapa bagian bisa dimulai tapi yang penting model bisnis, yaitu untuk apa. Untuk pasar korporasi," tandasnya.
(wbs)
Berita Terkait
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
Menkominfo: Layanan...
Menkominfo: Layanan Telemedisin Jadi Agenda Percepatan Digital
Sejumlah Strategi dan...
Sejumlah Strategi dan Inovasi ISKI hingga 2024
Kominfo Berdayakan UMKM...
Kominfo Berdayakan UMKM untuk Percepat Transformasi Digital
JARKOM Tingkatkan Penyebaran...
JARKOM Tingkatkan Penyebaran Informasi Positif Pemerintah ke Publik
Kominfo Akhirnya Hentikan...
Kominfo Akhirnya Hentikan Proses Seleksi Frekuensi 2,3GHz
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
11 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
15 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
18 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
20 jam yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
2 hari yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved