PBB Instruksikan Dunia Waspadai Serangan Benda Langit TA7 2019

Senin, 14 Oktober 2019 - 16:26 WIB
PBB Instruksikan Dunia...
PBB Instruksikan Dunia Waspadai Serangan Benda Langit TA7 2019
A A A
NEW YORK - Banyak pergerakan benda langit seperti Asteroid TA7 2019 yang mendekati Bumi membuat PBB bereaksi. PBB meminta dunia untuk meningkatkan kesadaran tentang kemungkinan asteroid yang akan menghantam permukaan Bumi.

Seperti dilansir dari DailyStar Organisasi penjaga perdamaian khawatir tentang asteroid yang tidak terdeteksi, mirip dengan TA7 2019.

Peristiwa Hari Asteroid diadakan pada 30 Juni setiap tahun untuk menandai peringatan dampak Tunguska tahun 1908, sebuah ledakan yang meratakan 2.000 kilometer persegi di Rusia.

Karena hal itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa khawatir kita tidak pandai mendeteksi benda-benda luar angkasa karena beberapa yang paling berbahaya telah terdeteksi mendekati bumi.

Misal TA7 2019 yang digolongkan oleh JPL sebagai asteroid tipe Aten - meteor yang melingkari matahari pada orbit yang memungkinkan mereka untuk mendekati Bumi dan melintasi orbit planet

Terakhir kali TA7 2019 asteroid itu memiliki jarak yang mirip dengan Bumi adalah pada 14 Oktober 1904. Ini akan melewati Bumi lagi pada tahun 2021, kemudian pada tahun 2023 dan 2025.

Tak hanya PBB, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) dari Amerika Serikat (AS) berulangkali memperingatkan pentingnya memitigasi bencana jatuhnya meteorit atau asteroid. Lembaga tersebut bahkan menyatakan meteor merupakan ancaman nyata terhadap kelangsungan hidup di bumi.

Peringatan ini bukan isapan jempol. Pada 2013 bongkahan batu luar angkasa berukuran 17-20 meter dan berbobot 11.000 ton menabrak bumi dan meledak di Rusia hingga melukai 1.500 orang. Ledakannya dahsyat dan 26-33 lebih besar dibanding ledakan nuklir di Hiroshima. Gelombangnya bahkan membuat alarm stasiun pengawas di Antartika berdering. Peristiwa ini diperkirakan terjadi setiap 60 tahun sekali.

"Ancaman ini nyata. Peristiwa ini bukan seperti di film Hollywood. Kita harus melindungi planet bumi yang menjadi satu-satunya planet yang dapat dihuni manusia," ujar Administrator NASA Jim Bridenstine dalam Konferensi Pertahanan Planet di Washington DC, AS.
(wbs)
Berita Terkait
Batu Meteor yang Ditemukan...
Batu Meteor yang Ditemukan di Medan Diteliti di AS
Jalan Satu Arah, Elektron...
Jalan Satu Arah, Elektron Percepat Proses Data Nirkabel
NASA Kembangkan Ventilator...
NASA Kembangkan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Roket SpaceX Bawa Astronot...
Roket SpaceX Bawa Astronot ke Angkasa saat AS Diguncang Kerusuhan Rasis
Penjelasan BMKG Mengenai...
Penjelasan BMKG Mengenai Hujan Es
Indonesia sedang Membangun...
Indonesia sedang Membangun Observatorium Terbesar di Asia Tenggara
Berita Terkini
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
1 jam yang lalu
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
5 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
8 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
16 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
17 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
21 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved