Google Ungkap Tiga Fakta Soal Penggunaan Password

Minggu, 18 Agustus 2019 - 09:01 WIB
Google Ungkap Tiga Fakta...
Google Ungkap Tiga Fakta Soal Penggunaan Password
A A A
MENLO PARK - Pada Februari lalu, Google meluncurkan Password Checkup extension untuk Chrome. Ini bertujuan mengamankan akun online pengguna dari peretasan. Diketahui bahwa 4 miliar nama pengguna dan kata sandi tidak aman karena pelanggaran data dari pihak ketiga.

Tapi sejak bulan pertama penerapan eksistensi itu ada, Google mengklaim sudah memindai 21 juta nama pengguna dan password serta 316 ribu di antaranya ditandai tidak aman.

Dirangkum dari laman Google Security Blog, Sabtu (17/8/2019) Google mengungkap hasil pembelajaran dan riset mereka dari rilis Password Checkup extension. Ada 3 fakta soal penggunaan password untuk akun online termasuk pengguna Password Checkup extension.

Akun paling beresiko

Hacker secara rutin berupaya masuk ke situs dimana web dengan kredensial diekspos oleh pelanggar pihak ketiga. Jika Anda menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, resiko itu akan hilang.

Berdasarkan laporan telemetri anonimus oleh Password Checkup extension, pengguna menggunakan kredensial yang dilanggar maupun tidak aman untuk beberapa akun finansial, pemerintah dan email.

Risiko ini lebih umum terjadi di situs belanja online, berita dan hiburan. Dimana situs belanja online, biasa digunakan pengguna menyimpan detail kartu kredit di sana.

"Jika Anda menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk semua akun Anda, risiko ini menghilang," ujar pihak Google.

Password yang lemah diganti

Penelitian yang dilakukan Google ini menunjukkan bahwa 26% pengguna memilih untuk mengatur ulang kata sandi tidak aman yang telah ditandai oleh the Password Checkup extension.

Sekitar 60 persen password baru juga tercatat aman dari serangan atau butuh serangan seratus juta kali sebelum identifikasi sandi baru.

Meningkatkan Password Checkup extension

Google merilis dua fitur baru dari Password Checkup extension. Pertama mekanisme feedback langsung bagi pengguna, yang mana pengguna bisa memberitahu Google jika terjadi masalah melalui quick comment box.

Yang kedua memberi pengguna kontrol lebih besar atas data yang pengguna miliki. Ini memungkinkan pengguna untuk memilih keluar dari telemetri anonim yang dilaporkan ekstensi, termasuk jumlah pencarian yang memunculkan kredensial tidak aman, apakah peringatan mengarah ke perubahan kata sandi, dan domain yang terlibat untuk meningkatkan jangkauan situs.
(wbs)
Berita Terkait
Google.org Umumkan Pendanaan...
Google.org Umumkan Pendanaan Edukasi AI dan Ketahanan Pangan untuk 6 juta Orang di Asia Tenggara
Google Luncurkan Inovasi...
Google Luncurkan Inovasi AI untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Indonesia
Komdigi dan Google Luncurkan...
Komdigi dan Google Luncurkan Google Play Protect untuk Keamanan Digital
Google.org Salurkan...
Google.org Salurkan Hibah US$3,5 Juta untuk Dukung 200.000 Petani Kecil di Thailand dan Vietnam
Gebrakan Ramadan Gemini...
Gebrakan Ramadan Gemini 2026 dari Google
Google Luncurkan 11.000...
Google Luncurkan 11.000 Beasiswa untuk Keterampilan Digital
Berita Terkini
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
4 jam yang lalu
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
5 jam yang lalu
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
19 jam yang lalu
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
22 jam yang lalu
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
1 hari yang lalu
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
1 hari yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved