Black G dan Latoken Tawarkan MAS Coin untuk Pendanaan Tambang

Selasa, 16 Juli 2019 - 14:30 WIB
Black G dan Latoken...
Black G dan Latoken Tawarkan MAS Coin untuk Pendanaan Tambang
A A A
JAKARTA - Black G dan crypto exchange Latoken menjalin bekerja sama menggarap proyek IEO (Initial Exchange Offering) dengan meluncurkan token MAS Coin. Token ini dijual melalui Public Sale di Latoken mulai Juli -Agustus 2019.

Proyek ini ditujukan untuk mengumpulkan dana senilai USD20 juta yang nantinya akan digunakan dalam proyek penambangan batu bara dan emas. “MAS Coin adalah token utilitas atau mata uang virtual yang dibuat menggunakan teknologi Blockchain (platform Ethereum ERC20) yang dapat memberikan diskon 5% saat membeli batu bara, emas, timah dan mangan yang dipasarkan oleh Davinco Singapura Investment Pte Ltd (Davinco) yang dihasilkan oleh Perusahaan inverstasi Black G Limited (BGL),” kata Ray Handini, Founder MAS Coin.

Ray Handini menegaskan, MAS Coin bukanlah produk investasi atau kontrak investasi. Harga MAS Coin seilai USD0,01 dengan minimum jumlah pembelian USD100 atau 10.000 MAS Coin.

Pembelian MAS Coin dapat dilakukan dengan kartu kredit atau debit dan membayar dalam dolar AS (USD) yang setara atau dengan transfer online. Peminat juga bisa menyetor ke rekening bank atau mata uang kripto CC dalam bentuk Bitcoin BTC atau Ethereum ETH dengan mentransfer CC ke e-wallet.

Untuk Public Sale dengan Latoken, MAS Coin dijual melalui IEO pada platform Latoken. Syaratnya pembeli harus memiliki akun Latoken terlebih dahulu. Pembelian di Latoken pada saat IEO berlangsung hanya dapat dibayar menggunakan mata uang Latoken, yaitu LA dan Ether.

“Pemanfaatan dana dari MAS Coin adalah 50% untuk penambangan batu bara, 30% penambangan emas, 10% proyek baru, dan 10% biaya perusahaan,” sebutnya.

Dia menjelaskan, MAS Coin adalah Utility Payment dan Discount Token. Permintaan MAS Coin harus berasal dari pembeli emas dan batu bara yang dapat menggunakan MAS Coin untuk membeli emas dan batu bara dan mendapatkan potongan harga 5% di bawah harga pasar.

Membeli MAS Coin pada saat IEO berlangsung menjadikan Anda partisipan tanpa menjadi pemegang saham. MAS Coin dapat digunakan untuk membeli emas jika proyek eksplorasi yang didanai oleh EMAS Mint berhasil dalam eksploitasi dan produksinya.

Black G sendiri merupakan perusahaan asal Inggris yang dapat menerbitkan mata uang crypto. Black G bekerja sama dengan PT Global Multi Energi (GME) meluncurkan MAS Coin yang nantinya akan memiliki manfaat untuk penjualan GME.

“GME merupakan perusahaan pertambangan di Indonesia dan memiliki hak kepemilikan atas Emas Mint. GME berniat untuk berinvestasi pada proyek emas di Indonesia, Malaysia, dan Zimbabwe,” tutur Ray Handini.

Lebih lanjut dikatakan, Black G menerbitkan dua miliar MAS Coin dengan total harga USD20 juta untuk menyediakan modal kerja penambangan batu bara. Plus modal eksplorasi beberapa proyek emas dan batu bara.
(mim)
Berita Terkait
Juragan Bitcoin Sebut...
Juragan Bitcoin Sebut Teknologi Blokchain Bukanlah Momok
TKO Hadirkan Utilitas...
TKO Hadirkan Utilitas Proyek Kripto Lokal
Rencana Indonesia Menuju...
Rencana Indonesia Menuju Metaverse Disambut Baik Pelaku Industri Blockchain
Pakai Teknologi Blockchain...
Pakai Teknologi Blockchain di Game, Vexanium Melejit
Menambang Bitcoin Diklaim...
Menambang Bitcoin Diklaim Kini Tidak Lagi Menguntungkan
Mengenal Tambang Kripto...
Mengenal Tambang Kripto Generasi Baru, Transaksi Lebih Cepat dan Efisien
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
4 jam yang lalu
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
7 jam yang lalu
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
7 jam yang lalu
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
15 jam yang lalu
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
16 jam yang lalu
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
16 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved