Soal Jaringan 5G Huawei Kian Panas, China dan AS Saling Ancam

Minggu, 19 Mei 2019 - 14:56 WIB
Soal Jaringan 5G Huawei...
Soal Jaringan 5G Huawei Kian Panas, China dan AS Saling Ancam
A A A
BEIJING - Kasus Huawei terus memanas. Kali ini, Duta Besar China mengancam Amerika Serikat terkait jaringan 5G di negara itu.

Sehari setelah Amerika melarang perusahaan telekomunikasi raksasa China, Huawei, membangun jejaring 5G di Amerika, perusahaan itu memperingatkan pelarangan itu akan merugikan pekerja Amerika.

“Kebijakan ini akan sangat merugikan perusahaan Amerika yang berbisnis dengan Huawei,” kata perusahaan itu, serta “berdampak pada puluhan ribu lapangan pekerjaan Amerika.”

Ditambahkannya, Huawei akan secara cepat mencarikan penyelesaian atas larangan itu, serta berusaha untuk memitigasi dampaknya.

Pada Rabu (15/5), Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang melarang perusahaan Amerika menggunakan peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan yang dinilai mengancam keamanan nasional.Perintah itu, merupakan langkah pertama untuk meresmikan larangan berbisnis dengan Huawei. Amerika juga memperingatkan negara-negara lain tentang risiko keamanan nasional yang diakibatkan oleh kehadiran Huawei.

Hingga akhir bulan ini, AS punya kesempatan untuk mengajukan permintaan ekstradisi formal ke Kanada. Jika hal itu dilakukan, Menteri Kehakiman Kanada kemudian dapat memblokir permintaan atau menyetujui sidang pengadilan.

Nasib Meng dan orang Kanada yang ditahan di Tiongkok tak seimbang. Meng bisa bebas dengan jaminan Vancouver dan masih dapat berkegiatan di depan umum meski dengan penjagaan. Sebaliknya, tahanan Kanada terus diinterogasi, dilarang tidur dan dilarang menghubungi pengacara atau keluarga. Perselisihan ini bahkan telah mendorong beberapa eksekutif Kanada untuk menunda perjalanan ke China.

Pendiri dan Presiden Huawei Ren Zhengfei mengatakan, perusahaan tidak pernah menjadi mata-mata China. Tuduhan inilah yang membuat AS memblokir Huawei untuk berpartisipasi dalam pembangunan jaringan seluler 5G. Lu tidak memberikan perincian tentang konsekuensi yang mungkin terjadi.

Konflik ini bisa saja merembet ke perdagangan kedua negara. Saat ini, ekspor utama Kanada ke China di antaranya produk pulp dan kertas, biji-bijian dan minyak dan biji mineral. Ekspor ke Cina pada 2018 masih melampaui puncak sebelumnya yang terjadi pada 2015, meskipun ada kenaikan tarif dan kontrol pelabuhan pada beberapa produk.

Kanada sendiri telah menikmati berbagai pendanaan dari China dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk sektor energi dan pertambangan. Sejumlah proyek infrastruktur besar Kanada termasuk terminal ekspor LNG dan pengembangan proyek minyak bergantung pada pendanaan China.
(wbs)
Berita Terkait
Jaringan Nirkabel 5G...
Jaringan Nirkabel 5G Berpotensi Ganggu Prakiraan Cuaca
Penyelenggaraan 5G Jadi...
Penyelenggaraan 5G Jadi Solusi Tingginya Trafik Internet
3 Fakta Internet 5.5G...
3 Fakta Internet 5.5G yang Sedang Dikembangkan
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Begini Sejarah Perkembangan...
Begini Sejarah Perkembangan Internet sampai 5G
Datang Mengubah Masyarakat,...
Datang Mengubah Masyarakat, Begini Penjelasan Detail Teknologi 5G
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
8 jam yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
19 jam yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
1 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
1 hari yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
1 hari yang lalu
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
2 hari yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved