Soal PMK 210, Bukalapak Nilai Industri E-Commerce Masih Baru

Kamis, 04 April 2019 - 14:01 WIB
Soal PMK 210, Bukalapak...
Soal PMK 210, Bukalapak Nilai Industri E-Commerce Masih Baru
A A A
JAKARTA - Bukalapak menilai bahwa industri e-commerce di Indonesia masih sangat baru. Banyak di antara para pelapak yang baru belajar untuk membuat usaha. Untuk itu aturan soal pajak tak bisa disamaratakan bagi seluruh pelapak yang berjualan diplatform e-commerce.

Hal ini disampaikan oleh Co-Founder dan Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid dalam menanggapi ditariknya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (e-Commerce).

Penarikan PMK ini dilakukan mengingat adanya kebutuhan untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi yang lebih komprehensif antar kementerian atau lembaga.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa di Bukalapak penjualanya terdiri dari merek-merek ternama hingga anak SMA yang bahkan pendapatannya hanya sedikit. Fajrin pun yakin bahwa merek-merek besar yang sudah ada juga telah membayar pajak mereka sendiri.

"Karena pelapak besar kemungkinan sudah membayar pajak sesuai aturan. Kita kan punya brand besar seperti Indofood ini kan ada jgua di Bukalapak, mereka sudah pasti membayar pajak. Kita juga ada anak-anak SMA yang baru mulai berjualan omsetnya cuma 100 200ribu rupiah," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dia menyebut bahwa aturan PMK 210 yang saat ini secara isi sudah lumayan mengakomodai sesuai yang industri harapkan, namun Fajrin berharap untuk aturan ini kedepannya bisa dikaji ulang dan dibuat pembeda.

"Tentu kita berharap bahwa ini bisa dibuat aturan yg berbeda lah istilahnya. Meskipun secara isi sudah lumayan mengakomodasi sesuai yang kita sampaikan," imbuhnya.

Dari dicabutnya aturan ini, Fajrin menuturkan bahwa pemerintah ingin mendukung lagi industri e-commerce di Indonesia.

"Nah dari sini dengan dicabutnya PMK 210, pemerintah sepertinya ingin lebih mendukung lagi e-commerce dan berfokus bahwa ke depan ohh kalau begitu kedepan lets see how it this," pungkasnya
(wbs)
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
7 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
8 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
12 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
12 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
13 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
14 jam yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved