Paten Muncul, Microsoft Masih Garap Proyek Ponsel Layar Lipat Andromeda
Minggu, 31 Maret 2019 - 09:00 WIB
Paten Muncul, Microsoft Masih Garap Proyek Ponsel Layar Lipat Andromeda
A
A
A
REDMOND - Perangkat layar lipat Microsoft bernama "Proyek Andromeda" yang diyakini sebagai smartphone surface ditunda peluncurannya tahun lalu. Tetapi paten baru-baru ini yang diterbitkan World Intellectual Property Organization (WIPO) memperlihatkan perangkat fokus pada engsel.
Engsel akan memungkinkan Surface Phone digunakan seperti laptop dalam orientasi lanskap. Satu tampilan di atas digunakan sebagai layar dengan tampilan bawah digunakan sebagai keyboard QWERTY virtual.
![Paten Muncul, Microsoft Masih Garap Proyek Ponsel Layar Lipat Andromeda]()
Engsel juga memungkinkan layar untuk memutar 360 derajat penuh. Ini memungkinkan pengguna mengubahnya perangkat menjadi ponsel.
Ilustrasi yang merupakan bagian dari aplikasi paten menunjukkan bagaimana pengguna dapat membuka flip hanya untuk melihat notifikasi dan pengingat. Secara umum, ilustrasi menunjukkan betapa rumitnya engsel, sesuatu yang dapat disimpulkan hanya dengan membaca beberapa aplikasi.
![Paten Muncul, Microsoft Masih Garap Proyek Ponsel Layar Lipat Andromeda]()
Konsep saat ini berhubungan dengan perangkat, seperti komputer, menggunakan rakitan engsel yang dapat secara rotasi mengunci bagian perangkat pertama dan kedua relatif terhadap sumbu engsel. Seperti sumbu engsel pertama yang terkait bagian pertama dan sumbu engsel kedua merujuk ke bagian kedua.
![Paten Muncul, Microsoft Masih Garap Proyek Ponsel Layar Lipat Andromeda]()
Laman Phone Arena menyebutkan, beberapa rakitan engsel saat ini dianggap dilengkapi fitur pop-up di mana rakitan engsel dapat secara otomatis membuka engsel dari posisi tertutup ketika diaktifkan oleh pengguna. "Sebagai alternatif, atau sebagai tambahan, beberapa rakitan engsel dapat menyediakan jalur untuk konduktor melalui rakitan engsel yang memaparkan konduktor hanya pada satu sumbu rotasi tunggal selama rotasi bagian pertama dan kedua," demikian bunyi paten Microsoft.
Microsoft sendiri tahun lalu dikabatkan merilis produk smartphone yang dapat dilipat di akhir 2018. Namun, perangkat akan lebih besar dari yang ditampilkan sebelumnya sehingga kemungkinan tidak dapat dikantongi sama sekali.
Namun jika perangkat menawarkan kemampuan telepon dan menggunakan versi Windows 10, profuk ini bisa menjadi hit besar bagi perusahaan yang berbasis di Redmond itu.
Engsel akan memungkinkan Surface Phone digunakan seperti laptop dalam orientasi lanskap. Satu tampilan di atas digunakan sebagai layar dengan tampilan bawah digunakan sebagai keyboard QWERTY virtual.

Engsel juga memungkinkan layar untuk memutar 360 derajat penuh. Ini memungkinkan pengguna mengubahnya perangkat menjadi ponsel.
Ilustrasi yang merupakan bagian dari aplikasi paten menunjukkan bagaimana pengguna dapat membuka flip hanya untuk melihat notifikasi dan pengingat. Secara umum, ilustrasi menunjukkan betapa rumitnya engsel, sesuatu yang dapat disimpulkan hanya dengan membaca beberapa aplikasi.

Konsep saat ini berhubungan dengan perangkat, seperti komputer, menggunakan rakitan engsel yang dapat secara rotasi mengunci bagian perangkat pertama dan kedua relatif terhadap sumbu engsel. Seperti sumbu engsel pertama yang terkait bagian pertama dan sumbu engsel kedua merujuk ke bagian kedua.

Laman Phone Arena menyebutkan, beberapa rakitan engsel saat ini dianggap dilengkapi fitur pop-up di mana rakitan engsel dapat secara otomatis membuka engsel dari posisi tertutup ketika diaktifkan oleh pengguna. "Sebagai alternatif, atau sebagai tambahan, beberapa rakitan engsel dapat menyediakan jalur untuk konduktor melalui rakitan engsel yang memaparkan konduktor hanya pada satu sumbu rotasi tunggal selama rotasi bagian pertama dan kedua," demikian bunyi paten Microsoft.
Microsoft sendiri tahun lalu dikabatkan merilis produk smartphone yang dapat dilipat di akhir 2018. Namun, perangkat akan lebih besar dari yang ditampilkan sebelumnya sehingga kemungkinan tidak dapat dikantongi sama sekali.
Namun jika perangkat menawarkan kemampuan telepon dan menggunakan versi Windows 10, profuk ini bisa menjadi hit besar bagi perusahaan yang berbasis di Redmond itu.
(mim)