Didesak untuk Diharamkan, Ini Pendapat Para Ahli Soal PUBG

Senin, 25 Maret 2019 - 18:01 WIB
Didesak untuk Diharamkan,...
Didesak untuk Diharamkan, Ini Pendapat Para Ahli Soal PUBG
A A A
JAKARTA - Pro dan kontra larangan bermain game Player Unknown's Battleground masih mengundang polemik. Namun menurut para ahli PUBG memiliki dapat negatif dibandingkan positifnya.

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta meneilai game PUBG memiliki dampak negatif bagi kesehatan dan kejiwaan. Hal ini di antaranya terjadi karena PUBG mengandung unsur kekerasan yang sangat tinggi. Game ini menuntut pemain lebih banyak mengalahkan lawan dengan cara membunuh dengan cara menembak, melempar pisau, mengebom, dan sebagainya.

"Meskipun membutuhkan strategi, tujuan dari strategi itu hanya satu, yaitu menghabisi sebanyak mungkin lawan agar bisa menang. Jika hal seperti ini dilakukan terus-menerus, sepanjang hari, sangat mungkin akan memengaruhi cara berpikir pemainnya," katanya.

Selanjutnya dia mengingatkan anak-anak atau remaja memiliki emosi dan pribadi yang masih labil. Stimulus kekerasan yang terus-menerus akan sangat memengaruhi kehidupan “nyata” mereka. Tayangan ataupun informasi yang mereka konsumsi bisa berpengaruh pada pola sehari-hari. "Mereka masih sering kali kesulitan memberi jarak antara realitas dan permainan, sehingga games membuat anak sering kali menyamakan perilaku di games dan di realitas," ucapnya.

Dia juga mencatat, PUBG online membuat anak terokupansi pada permainan sehingga tidak ingin melakukan kegiatan lain seperti bermain, bersosialisi dengan anak lain, bahkan belajar. Dampaknya jelas, prestasi sekolah bisa menurun. Anak yang candu game online menjadi pribadi yang kurang suka bersosial karena asyik dengan permainan tersebut. "Dia menjadi penyendiri karena tidak suka bergaul secara langsung, malah tidak suka diajak pergi ke mana-mana karena fokus hanya pada penyelesaian games," jelasnya.

Selain itu, dari sisi kesehatan, penggunaan gawai yang berlebihan menyebabkan kerusakan pada mata, kelelahan pada tangan dan anggota tubuh lain, bahkan obesitas karena kurang gerak. Kelelahan terus menerus (fatigue) akibat fokus game online serta obesitas, dapat menyebabkan penyakit lain yang berujung ke kematian.

"Tidak berdampak langsung memang, tapi akibat yang ditimbulkan ini bisa berujung pada kematian. Dampaknya memang tidak langsung menyasar otak seperti narkoba, tidak akan sakau. Hanya secara kesehatan mental ya terganggu. Kepribadian dan mood utamanya," katanya.

Shinta lebih jauh menuturkan, kecanduan game online sudah masuk dalam daftar penyakit kesehatan mental (DSM V). Akibat candu game online bisa menimbulkan potensi agresif yang tinggi karena otak terus-menerus menerima rangsangan agresif.

"Penyimpangan ya itu memang potensi agresif menjadi tinggi karena terus-menerus menerima rangsang agresif, impulsivitas (dorongan) juga menjadi lebih tinggi dan kesulitan dalam pengendalian diri sehingga mudah melakukan tindakan-tindakan tertentu tanpa memikirkan akibatnya lebih jauh," ucapsnya.

Ahli psikologi India Dr Dhruv Thakkar, juga melihat PUBG menimbulkan banyak dampak negatif terhadap anak-anak. “Game itu merusak karena sangat candu,” ujarnya, dikutip Hindustan Times. Dua anak muda tewas di Hingoli, Maharashtra, dan dua lainnya tewas tertabrak kereta akibat berjalan sambil bermain PUBG.

Psikolog anak dari RS Deccan Somajiguda India, Dr Radhika Acharya, mengatakan mayoritas pasiennya yang kecanduan PUBG berusia 12–19 tahun. Menurutnya, konsep game di dalam PUBG bermasalah. “Game itu tidak sehat. Pemainnya saling membunuh untuk dapat bertahan hidup dan menjadi pemenang,” kata Acharya
(wbs)
Berita Terkait
Bikin Gamer Sehat, PUBG...
Bikin Gamer Sehat, PUBG Mobile Tambah Fitur 'Healthy Gameplay System'
PUBG Mobile Rilis Update,...
PUBG Mobile Rilis Update, Mulai Peta Eksklusif Livik hingga Senjata Baru
PUBG Mobile Datangkan...
PUBG Mobile Datangkan Karakter Baru Andy di Season 13
Uji Coba Beta Tahap...
Uji Coba Beta Tahap Kedua, Ini Perbedaan Free Fire Max dan Original
20 Game Google Tersembunyi...
20 Game Google Tersembunyi yang Bisa Dimainkan Walau Tanpa Internet
Induk Pengembang GTA...
Induk Pengembang GTA Beri Sinyal GTA VI Meluncur 2023
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
5 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
13 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
15 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
21 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
21 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved