Kolaborasi dengan Microsoft, Adobe Sukses Menggarap Bisnis Baru

Selasa, 12 Maret 2019 - 13:03 WIB
Kolaborasi dengan Microsoft,...
Kolaborasi dengan Microsoft, Adobe Sukses Menggarap Bisnis Baru
A A A
SEBAGAI CEO, Shantanu Narayen memang punya tugas berat, yakni mencari bisnis-bisnis baru yang belum terjamah Adobe. Untuk melakukannya, Narayen harus bisa memetakan di mana kekuatan perusahaan dan ke mana arah melangkah. Namun, dia memang visioner. Bersama Microsoft, Adobe meningkatkan kecerdasan buatan untuk mendorong lebih dalam manajemen hubungan pelanggan.

“Juga menciptakan kategori dan industri baru,” kata CEO Adobe Shantanu Narayen. Adobe sengaja mengembangkan solusi baru mereka bersama Microsoft, terutama platform cloud Microsoft Azure, yang memungkinkan bisnis untuk memproses data pada kecepatan yang mereka inginkan. Sementara solusi Adobe memungkinkan perusahaan untuk menarik pelanggan ke platform dan menggunakannya,” ujarnya.

“Di situlah kemitraan Adobe dan Microsoft sangat berharga, karena kami pikir kami benar-benar menciptakan kategori dan industri baru, yang semuanya tentang keterlibatan digital dan manajemen pengalaman pelanggan,” kata Narayen. Sebagai perusahaan, selama 2017 pendapatan Adobe tumbuh 21%. Dari tahun ke tahun mereka menghadirkan bisnis baru di segmen cloud .

Di cloud , Adobe memanfaatkan pembelajaran mesin Adobe Sensei dan kemampuan kecerdasan buatan untuk menangani manajemen hubungan pelanggan. Unit bisnis baru yang diluncurkan pada 2017 tersebut pendapatannya sudah melampaui bisnis cloud dokumen Adobe.

“Kami terus berpikir konten dan data dan bagaimana konten dan data bersatu. Di situlah keajaiban terjadi,” kata Narayen. Selain itu, akuisisi seperti pembelian platform e-commerce Magento senilai USD1,68 miliar yang diumumkan Adobe pada Mei lalu menopang langkah lanjutan Adobe dalam manajemen hubungan pelanggan.

Pembelian itu memberi Adobe platform e-commerce yang akan bekerja dengan cloud mereka dan meningkatkan daya saing terhadap Salesforce yang memiliki penawaran penjualan dan pemasaran berbasis cloud sendiri. Saat ini Narayen tidak akan mengungkapkan lebih banyak akuisisi dari Adobe. Perusahaan masih fokus pada mengintegrasikan Magento.

Namun, Narayen menyebutkan beberapa persyaratan untuk akuisisi pada masa depan. “Ketika kita melihat apa peluang yang masuk akal untuk Adobe, kita benar-benar fokus pada apakah perusahaan memiliki teknologi hebat, apakah mereka orang yang tepat, dan bagaimana hal itu be nar-benar mengubah apa yang dapat kita lakukan sebagai entitas bisnis,” katanya.
(don)
Berita Terkait
Cara Membuat Clipping...
Cara Membuat Clipping Mask di Adobe Illustrator, Mudah Banget!
7 Tools yang Wajib Dikuasai...
7 Tools yang Wajib Dikuasai UX Designer
Adobe Melatih AI untuk...
Adobe Melatih AI untuk Memastikan Terciptanya Gambar yang Beretika
5 Cara Mengecilkan File...
5 Cara Mengecilkan File JPG dengan Mudah dan Cepat
Adobe Photoshop Gunakan...
Adobe Photoshop Gunakan Teknologi AI untuk Pengguna Awam
Gaun Digital Interaktif,...
Gaun Digital Interaktif, Ubah Tampilan Sekejap Mata
Berita Terkini
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
3 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
9 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
13 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved