Dicurigai Berhubungan dengan Alam Lain, Ahli Selidiki Pintu Sphinx

Senin, 11 Maret 2019 - 09:01 WIB
Dicurigai Berhubungan...
Dicurigai Berhubungan dengan Alam Lain, Ahli Selidiki Pintu Sphinx
A A A
KAIRO - Para ahli tengah menyelidiki Dua Piramida Sphinx peninggalan Mesir Kuno yang tidak banyak diketahui bisa menunjukkan kemungkinan pintu tersembunyi di bawah Sphinx Agung.

Misteri yang telah mengelilingi struktur Sphink selama bertahun-tahun, dan membuat sejarawan berdebat siapa yang membangunnya, kapan dibangun, dan bahkan apakah ada terowongan rahasia di bawahnya.

Dan Matt Sibson, seorang ahli sejarah dan peradaban kuno, percaya dua peninggalan mungkin sangat penting dalam menentukan apa yang ada di bawah struktur.

Dalam video barunya, Matt mengatakan bahwa di zaman Mesir Kuno, ada tiga "stelae" (lempengan batu dengan gambar di atasnya) yang terletak di bagian depan Sphinx ketika pertama kali didirikan.

Yang pertama, Dream Stela, dibangun didirikan oleh Raja Thutmose antara 1479BC dan 1425BC dan tetap di situs.

Dua yang kedua - Stela B dan Stela C - diciptakan oleh Ramesses the Great lebih dari 200 tahun kemudian.

Mereka dipindahkan dari Sphinx dan dibawa ke museum The Louvre di Paris, Prancis, pada abad ke-19 tetapi sedikit yang telah dibicarakan tentang mereka sejak itu.

Sejarawan menemukan gambar dua stelae dalam buku eksplorasi tahun 1837 karya Howard Vyce yang Dilakukan di Pyramids of Gizeh pada tahun 1837.

Matt mengungkapkan penggambaran menarik yang terlihat pada gambar salah satunya.

"Ada Sphinx di bagian atas platform, dengan Rameses the Great di sebelahnya saat memberikan persembahan, Di Dream Stele, ada juga pintu di bawah Sphinx yang mendukungnya." kata Matt seperti dilansir dari Dailystar.

Para Egyptolog dan sejarawan Mesir percaya kalau Sphinx di Mesir adalah hasil karya peradaban Mesir kuno, yang dibangun pada masa kekuasaan pharaoh Cheops, sekitar 2,500 SM.

Ada pendapat yang menyatakan kalau Sphinx di Mesir sebenarnya dibuat pada masa yang jauh lebih tua dari perkiraan saat ini, berdasar pada jelasnya jejak-jejak erosi hujan pada bagian Sphinx yang lebih tua. Sedangkan berdasar perkiraan diketahui bahwa terakhir kalinya Mesir memiliki musim hujan adalah pada sekitar 7000 – 5000 SM, dengan demikian adalah mungkin Sphinx di Mesir dibuat oleh peradaban tak dikenal, yang hidup pada masa lebih tua dari 7000 SM
(wbs)
Berita Terkait
KSTI 2025 Resmi Ditutup,...
KSTI 2025 Resmi Ditutup, 48 Peta Jalan Prioritas Riset Nasional Siap Digarap
Cetak Ahli Farmasi Baru,...
Cetak Ahli Farmasi Baru, Berbagi Inovasi Sains Diperkuat
Peneliti Virginia Temukan...
Peneliti Virginia Temukan Sumber Energi Terbarukan
Konsep Student Mobility...
Konsep Student Mobility Langkah Ilmiah Gabungkan Sains dan Budaya
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Ilmuwan Temukan Cara...
Ilmuwan Temukan Cara Uji Sampel Covid-19 Secara Massal
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
1 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
2 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
2 hari yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
2 hari yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved