Mahathir Mohamad Imbau Tidak Asal Tampung Teknologi 5G China

Sabtu, 19 Januari 2019 - 16:38 WIB
Mahathir Mohamad Imbau...
Mahathir Mohamad Imbau Tidak Asal Tampung Teknologi 5G China
A A A
KUALALUMPUR - Setelah Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menolak teknologi 5G asal China, kini Malaysia akan segera melakukan hal tersebut.

Malaysia akan melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan rincian sebelum bertindak memblokir Huawei, telekomunikasi raksasa dari China, dari membangun infrastruktur 5G di Malaysia, menyusul kekhawatiran atas meningkatnya spionase cyber.

Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia tidak menemukan perusahaan itu melakukan kesalahan di Malaysia.

"Apa yang ingin dilakukan Jerman akan ditentukan oleh Jerman dan Kanada akan melakukan apa serta keputusan mereka ada pada mereka,"

"Tetapi Malaysia tidak akan mengikuti apa yang dilakukan orang lain, dan kami perlu menyelidiki dan memastikan apakah itu dibenarkan untuk mengambil tindakan seperti itu terhadap perusahaan," katanya dalam menjawab pertanyaan oleh audiensi setelah menyampaikan diskusi Oxford Union yang disiarkan langsung oleh Astro Awani dari London sebelumnya hari ini, tutur Mahathir seperti dilansir dari The Star.

AS terus membujuk sekutunya agar tidak menggunakan perangkat dari Huawei dan produk dari produsen China lainnya. Argumentasi yang disodorkan AS adanya dugaan kerentanan dan celah bagi kejahatan siber dalam teknologi 5G.

Seorang pejabat AS menambahkan menara jaringan 5G dari Huawei akan menyedot banyak lalu lintas suara dan data, di mana hal ini tidak terjadi pada layanan 4G LTE.

Namun, Tim Bajarin, analis utama di Creative Strategies menyatakan tuduhan tersebut belum tentu benar.

"Ada sistem keamanan tingkat tinggi yang dibangun dalam jaringan 5G yang membuat hacker kesulitan untuk meretas jaringan," ujarnya seperti dikutip dari Mashable

Australia dan Selandia Baru telah melarang Huawei terlibat dalam jaringan 5G dengan alasan keamanan. Mereka bergabung dengan Amerika dan Taiwan, yang punya pembatasan yang lebih luas terhadap Huawei. Badan keamanan cyber Jepang mengatakan, pemerintah tidak akan membeli kebutuhan komunikasi mereka dari pemasok-pemasok yang dianggap berisiko tinggi, termasuk Huawei.
(wbs)
Berita Terkait
Formula Matematika Baru...
Formula Matematika Baru Dorong Kecepatan Jaringan 5G
Rekor Internet Tercepat,...
Rekor Internet Tercepat, Unduh 1.000 Film HD hanya 1 Detik
Dukung Kehidupan Baru,...
Dukung Kehidupan Baru, Alasan SpaceX Bangun Internet di Mars
2021, Pemerintah Targetkan...
2021, Pemerintah Targetkan Menambah BTS 4G di 4.200 Desa
Penuhi Kebutuhan Koneksi...
Penuhi Kebutuhan Koneksi Data dan Internet, Jaringan Telekomunikasi Diperluas
Pandemi COVID-19, Grant...
Pandemi COVID-19, Grant Thornton Jelaskan 3 Tren Bisnis Telekomunikasi 2021
Berita Terkini
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
6 jam yang lalu
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
17 jam yang lalu
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
18 jam yang lalu
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
1 hari yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
1 hari yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
1 hari yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved