Sinergi, Ingin Saingi Microsoft

Selasa, 06 November 2018 - 13:20 WIB
Sinergi, Ingin Saingi...
Sinergi, Ingin Saingi Microsoft
A A A
RED Hat sebenarnya telah dijual untuk beberapa lama, menurut sumber. Beberapa pembeli potensial, termasuk Google. Tapi, bukan IBM. Tapi mengapa? Jawabannya, sederhana.

Kedua perusahaan samasama memiliki potensi yang dapat membantu berkembang ke pasar industri baru dan menjadi pemimpin di sana. Menurut Rometty, secara khusus Red Hat diharapkan membawa tiga hal kepada IBM.

Pertama, portofolio teknologi open source terbesar di dunia, mengoptimalkan potensi platform cloud hibrid inovatif mereka, juga mengutilisasi komunitas pengembang open source yang besar dan luas.

“IBM telah melakukan banyak investasi untuk bisa jadi pemimpin di segmen industri TI yang baru dan bernilai tinggi. Red Hat mewakili langkah terbesar dan paling strategis dalam strategi kami. Bersama, kami akan menjadi penyedia hybrid multi-cloud terbesar di dunia. Ini adalah game changer di industri cloud ,” bebernya.

Penyedia cloud seperti Amazon acap menawarkan versi sistem operasi Linux mereka sendiri secara gratis dengan sedikit biaya. Tapi, Linux tersebut hanya tersedia di Amazon. Apabila perusahaan ingin menjalankan software di cloud yang lain, mereka harus memastikan bahwa ia bekerja dengan versi Linux yang berbeda di sana.

Nah, Red Hat menawarkan versi standar Linux yang dapat berjalan di sebagian besar platform cloud , maupun data center pribadi milik perusahaan. “Kami tumbuh lebih cepat di public clouds daripada pertumbuhan industri public clouds itu sendiri,” kata Whitehurst.

“Ya, Anda membayar kami sedikit lebih banyak dibandingkan dengan memakai Linux gratis, tetapi Anda mendapatkan banyak manfaat,” sebutnya. Setelah membeli Red Hat, IBM akan menyusun cloud yang terdiri dari server fisik, sistem operasi sendiri, dan aplikasi tertentu.

Misalnya software untuk HRD. Tetapi entitas gabungan IBM-Red Hat juga akan menjual perangkat lunak yang berjalan pada perangkat keras pelanggan sendiri dan platform cloud lainnya.

Itu akan membuat mereka bersaing langsung dengan perusahaan seperti Microsoft, yang memiliki campuran perangkat lunak dan layanan cloud serupa. Akuisisi tersebut diperkirakan rampung pada pertengahan 2019.
(don)
Berita Terkait
Microsoft Akan Matikan...
Microsoft Akan Matikan Internet Explorer
Microsoft Word Hadirkan...
Microsoft Word Hadirkan Fitur Transkrip Audio Otomatis
Hadapi Masalah Keuangan,...
Hadapi Masalah Keuangan, Mozilla Corporation Pecat 250 Karyawan
Microsoft Setop Layanan...
Microsoft Setop Layanan Internet Explorer Mulai Juni 2022
Microsoft Umumkan Office...
Microsoft Umumkan Office 2021, Tersedia Mulai Akhir Tahun
Microsoft Akan Segera...
Microsoft Akan Segera Hadirkan Aplikasi Xbox Streaming di iOS
Berita Terkini
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
57 menit yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
5 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
5 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
6 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
7 jam yang lalu
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved