Aturan TKDN Alasan HMD Global Telat Bawa Ponsel Nokia ke Indonesia

Jum'at, 07 September 2018 - 15:06 WIB
Aturan TKDN Alasan HMD...
Aturan TKDN Alasan HMD Global Telat Bawa Ponsel Nokia ke Indonesia
A A A
JAKARTA - HMD Global, pemegang lisensi resmi ponsel cerdas merek Nokia baru saja meluncurkan ponsel terbarunya yakni Nokia 6.1 Plus ke Indonesia. Peluncuran ini terbilang telat lantaran sebenarnya smartphone tersebut telah lama dibawa ke pasar India pada pertengahan Agustus lalu.

HMD Global pun berkelit. Mereka menilai kebijakan di Tanah Air yang membuat perjalanan ponsel ke tangan konsumen Indonesia agak lama dari launching global.

Menurut Marketing Head Nokia Indonesia, Miranda Warokka, lamanya ponsel Nokia masuk ke Indonesia karena pabrikan merasa kesulitan memenuhi aturan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). "Ada beberapa hal yang prosesnya tidak semudah yang dibayangkan, makanya bisa dirilis di india dulu," ungkap Miranda saat di temui di Jakarta, belum lama ini.

Dikatakan Miranda, pihaknya sering memprotes soal kebijakan TKDN ini. Prosesnya yang rumit dan harus dipenuhi itulah yang menjadi kendala lamanya ponsel-ponsel sekelas Nokia masuk ke Indonesia. "Kami sebenarnya sudah ready dengan TKDN, tapi ada beberapa proses yang harus dipenuhi sehingga bisa delay," keluhnya.

Sekadar informasi, Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 65 tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler (Ponsel), Komputer Genggam (handheld), dan Komputer Tablet.

Mengutip website resmi Kementerian Perindustrian, ketentuan penilaian TKDN dinilai berdasarkan tiga aspek, yaitu manufaktur, pengembangan, dan aplikasi. Skema pertama, dijelaskan aspek manufaktur dikenakan bobot sebesar 70%, pengembangan 20%, dan aplikasi 10%. Pembobotan pada aspek manufaktur dikenakan untuk material, tenaga kerja, dan mesin produksi.

Nokia sendiri telah mencoba untuk memenuhi aturan tersebut di software dan hardware-nya. Miranda menyebutkan, untuk software pihaknya telah membuat aplikasi asal Indonesia yang sudah ada di dalam perangkat Nokia. Nama aplikasinya Babe.

Untuk Hardware, pihaknya merakit ponsel Nokia lewat pihak ketiga yang berlokasi di Batam. "Kami juga punya factory (pabrik) di Batam. Perlu diketahui kalau kami ini bukan Nokia, kita tapi HMD, pemegang lisensi itu yang membuat proses sedikit lebih panjang," pungkasnya.
(mim)
Berita Terkait
Smartphone Nokia Misterius...
Smartphone Nokia Misterius Terpantau TENAA Gunakan Layar 5,99 Inci
Mantul, Nokia 9.3 PureView...
Mantul, Nokia 9.3 PureView Bisa Rekam Video 8K dengan Efek Khusus ZEISS
Pengecer Punya Casing...
Pengecer Punya Casing Resmi Nokia 9.3 PureView, Sinyal Ponsel Segera Dirilis
HMD Global Rilis 3 Ponsel,...
HMD Global Rilis 3 Ponsel, Salah Satunya Smartphone 5G Pertama Nokia
Ponsel Murah Nokia 3.4...
Ponsel Murah Nokia 3.4 Tampil Mengesankan dalam Bocoran Gambar
Handphone Baru HMD Global,...
Handphone Baru HMD Global, Nokia C3, Muncul di Geekbench
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
8 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
12 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
18 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
22 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved