Iklim Bumi Kian Panas, Laser Canggih Jadi Harapan Manusia

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 13:33 WIB
Iklim Bumi Kian Panas,...
Iklim Bumi Kian Panas, Laser Canggih Jadi Harapan Manusia
A A A
NEW YORK - Ratusan miliaran ton es mencair dan langsung mengalir ke lautan setiap tahun. Ini dampak dari naiknya permukaan laut dan merupakan suatu pertanda iklim di Bumi sedang bergeser semakin panas.

Tak ingin tinggal diam, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan akan meluncurkan NASA Ice, Cloud, and Elevation (ICESat-2). ICESat-2 merupakan ruang instrumen laser paling canggih yang dirancang untuk mengukur secara rinci mengenai perubahan yang terjadi pada Bumi, khususnya es yang ada di Greenland dan Antartika. Laser ini menjadi harapan manusia guna mengantisipasi perubahan iklim yang drastis.

"Teknologi observasi terbaru ICESat-2 merupakan rekomendasi utama dari komunitas ilmiah dalam survei ilmiah ilmu bumi pertama NASA. ICESat-2 akan membuka pengetahuan kita tentang bagaimana lapisan es Greenland dan Antartika berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut," kata Michael Freilich, Direktur Divisi Ilmu Bumi di Direktorat Misi Sains NASA dalam laman resmi NASA, Sabtu (25/8/2018).

Data ICESat-2 yang mendokumentasikan perubahan tinggi lapisan es yang ada akan membantu para peneliti mempersempit kisaran ketidakpastian dalam perkiraan kenaikan permukaan laut di masa yang akan datang. Sekaligus menghubungkan perubahan tersebut dengan penggerak iklim.

Tak hanya "memotret" bagian kutub, ICESat-2 juga mengukur ketinggian permukaan laut dan tanah, termasuk hutan. Peneliti juga menyelidiki data ketinggian yang dikumpulkan pada gelombang laut, tingkat waduk, dan daerah perkotaan.

Sebagai contoh, pengukuran ICESat-2 terhadap ketinggian salju dan sungai dapat membantu daerah merencanakan antisipasi banjir dan kekeringan. Ketinggian hutan menunjukkan kerapatan dan struktur pohon dapat meningkatkan model komputer yang digunakan petugas pemadam kebakaran guna meramalkan perilaku kebakaran hutan.

Salah satu ilmuwan dalam proyek ICESat-2, Thorsten Markus, mengatakan, peluang untuk eksplorasi soal apa yang terjadi di Bumi dengan ICESat-2 sangat besar. "Karena ICESat-2 akan memberikan pengukuran presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan cakupan global, itu akan menghasilkan tidak hanya wawasan baru ke wilayah kutub, tetapi juga temuan tak terduga di seluruh dunia," ujarnya.
(mim)
Berita Terkait
Sindonews Update 19...
Sindonews Update 19 Sept 2020, Rusia dan Amerika Berebut Venus
NASA Berencana Suntik...
NASA Berencana Suntik Jutaan Ton Es ke Atmosfer untuk Melawan Perubahan Iklim
Berencana Jelajahi Mars,...
Berencana Jelajahi Mars, NASA Mulai Uji Coba Roket Baru
NASA Kembangkan Ventilator...
NASA Kembangkan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Ilmuwan NASA Temukan...
Ilmuwan NASA Temukan Indikasi bahwa Parallel Universe Benar-Benar Ada
NASA Cari Orang yang...
NASA Cari Orang yang Mau Diisolasi di Pesawat Ruang Angkasa
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
Genom Hiu Greenland...
Genom Hiu Greenland Jadi Petunjuk Memperpanjang Umur Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved