Usai Spectre and Meltdown, Giliran Foreshadow Serang Chip Intel

Kamis, 16 Agustus 2018 - 05:02 WIB
Usai Spectre and Meltdown,...
Usai Spectre and Meltdown, Giliran Foreshadow Serang Chip Intel
A A A
LONDON - Setelah serangan Spectre and Meltdown, para peneliti kini telah menemukan celah keamanan serius lainnya dalam chip komputer yang dirancang oleh Intel.

Dijuluki Foreshadow, ini adalah cacat signifikan ketiga di tahun ini yang bisa memengaruhi chip Intel. Badan Pemerintah AS untuk keamanan komputer mengatakan, penyerang dapat mengeksploitasi kerentanan ini untuk mendapatkan informasi sensitif.

Intel sendiri telah merilis patch guna meringankan masalah prosesor yang dirilis mulai tahun 2015 dan seterusnya. Intel sendiri telah membuat daftar lengkap perangkat keras yang terkena dampak di website resminya.

"Kami tidak mengetahui laporan bahwa salah satu metode ini telah digunakan dalam eksploitasi dunia nyata. Tapi ini semakin menegaskan perlunya semua orang untuk mematuhi praktik-praktik terbaik keamanan," kata Intel seperti dilansir laman Business Insider, baru-baru ini.

Intel menjanjikan prosesornya di masa depan akan dibangun sedemikian rupa agar tidak terpengaruh oleh Foreshadow. Berita tentang kerentanan itu menyusul dua serangan serupa, yaitu Spectre and Meltdown, yang ditemukan awal tahun ini dan secara kolektif memengaruhi miliaran komputer di dunia.

Foreshadow ditemukan oleh kerja kolaboratif oleh para peneliti dari Universitas KU Leuven di Belgia, Universitas di Adelaide dan Michigan di AS. Setelah Intel dibuat sadar akan serangan itu, mereka kemudian menemukan dua kelemahan terkait lainnya.

"Apa yang dilakukan serangan kami adalah menggunakan teknik yang sangat mirip dengan serangan Meltdown yang ada enam bulan lalu," ungkap Prof Thomas Wenisch dari University of Michigan.

Tapi, pihaknya menemukan bahwa pihakya dapat secara khusus menargetkan kotak kunci di dalam prosesor Intel. "Ini akan memungkinkan Anda membocorkan data apa pun yang Anda inginkan dari kantong aman ini," katanya.

Intel telah membuat perbaikan sebelum rincian cacat yang dibuat publik. Hal ini terkoordinasi melihat tanggapannya dengan para peneliti di Selasa lalu. Perbaikannya menonaktifkan beberapa fitur dalam chip-nya yang rentan terhadap serangan yang ditemukan para peneliti.

Perusahaan yang menjalankan platform komputasi awan dapat melihat pengaruh yang signifikan terhadap daya komputasi kolektif mereka. Karena mitigasi Intel membatasi sejauh mana prosesor yang sama dapat digunakan secara bersamaan untuk banyak tugas. Pada hari Selasa, bagaimanapun, perusahaan layanan cloud terbesar - Amazon, Google dan Microsoft - semua mengatakan telah menempatkan perbaikan untuk masalah tersebut.

Pengguna komputer individu disarankan, seperti biasa, untuk mengunduh dan menginstal pembaruan perangkat lunak apa pun yang tersedia. Tim peneliti mengatakan kepada BBC bahwa tidak mungkin individu akan melihat dampaknya terhadap kinerja komputer.
(mim)
Berita Terkait
Intel Luncurkan Platform...
Intel Luncurkan Platform Pusat Data dengan Performa Canggih
Intel Rilis Prosesor...
Intel Rilis Prosesor Gaming, Diklaim Terkencang di Dunia
Intel Umumkan Kehadiran...
Intel Umumkan Kehadiran Teknologi Cloud-to-Edge Terbaru
Intel Siapkan Teknologi...
Intel Siapkan Teknologi Pendingin CPU Berperforma Tinggi
Gordon Moore Pendiri...
Gordon Moore Pendiri Intel Meninggal Dunia pada Usia 94 Tahun
Bocoran CPU Intel Core...
Bocoran CPU Intel Core Ultra 200 Series Beredar di Baidu dan Tieba
Berita Terkini
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
1 jam yang lalu
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
5 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
8 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
16 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
17 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
21 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved