AS Kurangi Subsidi, NASA Sibuk Cari Kucuran Dana

Sabtu, 09 Juni 2018 - 00:01 WIB
AS Kurangi Subsidi,...
AS Kurangi Subsidi, NASA Sibuk Cari Kucuran Dana
A A A
NEW YORK - National Space and Aeronautics Administration (NASA) sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan global untuk melakukan operasi harian di International Space Station (ISS) di tahun mendatang.

Administrator NASA, Jim Bridenstine, mengatakan telah mengidentifikasi perusahaan yang akan mengelola komersialisasi stasiun tersebut.

"Saya telah berkonsultasi dengan banyak perusahaan besar yang tertarik untuk terlibat dalam usaha ini melalui konsorsium," kata mantan anggota Kongres Oklahoma seperti dilansir AFP.

Namun Bridenstine tidak mengungkapkan nama perusahaan yang telah bernegosiasi dengannya.

Awal tahun ini Gedung Putih mengumumkan akan menghentikan pendanaan basis orbital pada tahun 2025, keputusan yang memicu banyak oposisi dari banyak anggota parlemen.

Senator Republik dari Texas, Ted Cruz adalah salah satu kritikus paling vokal terhadap keputusan 'tuli'.

"Keputusan untuk menghapus program ini adalah yang paling bodoh setelah miliaran dolar diinvestasikan sementara masih banyak penggunaan dan masih dibutuhkan untuk masa depan," katanya.

Investasi tahunan AS dalam biaya tenaga kerja luar angkasa antara USD 3 juta hingga USD 4 juta.

Laboratorium seukuran sepak bola itu dibangun dengan biaya USD 100 miliar dan beredar sekitar 400 kilometer di atas bumi.

Laboratorium juga dibagi dengan Rusia, Jepang, Kanada dan Eropa dan menggunakan astronot sejak tahun 2000.

Menurut para ahli ruang angkasa, fitur-fitur dan ketergantungan ISS pada kerja sama global termasuk keterlibatan AS akan menyulitkan untuk memprivatisasi rencana.

Pembangunan stasiun luar angkasa telah dibantu oleh perusahaan Boeing yang juga memberikan dukungan teknis secara terus menerus.

Manajer program stasiun ruang angkasa Boeing, Mark Mulqueen meragukan proposal NASA.

"Memberikan aset negara yang berharga kepada pengusaha komersial sebelum diserahkan kepada perusahaan swasta yang mampu membawa mereka akan membawa implikasi buruk bagi kepemimpinan AS dalam ruang dan peluang untuk membangun perusahaan swasta yang berfokus pada ruang pribadi," katanya.
(wbs)
Berita Terkait
Sindonews Update 19...
Sindonews Update 19 Sept 2020, Rusia dan Amerika Berebut Venus
NASA Berencana Suntik...
NASA Berencana Suntik Jutaan Ton Es ke Atmosfer untuk Melawan Perubahan Iklim
Berencana Jelajahi Mars,...
Berencana Jelajahi Mars, NASA Mulai Uji Coba Roket Baru
NASA Kembangkan Ventilator...
NASA Kembangkan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Ilmuwan NASA Temukan...
Ilmuwan NASA Temukan Indikasi bahwa Parallel Universe Benar-Benar Ada
NASA Cari Orang yang...
NASA Cari Orang yang Mau Diisolasi di Pesawat Ruang Angkasa
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
16 jam yang lalu
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
17 jam yang lalu
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
17 jam yang lalu
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
17 jam yang lalu
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
17 jam yang lalu
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
1 hari yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved