Layanan Diakuisisi, Pendiri Atlassian Kaya Mendadak

Selasa, 27 Maret 2018 - 12:00 WIB
Layanan Diakuisisi,...
Layanan Diakuisisi, Pendiri Atlassian Kaya Mendadak
A A A
PADA awal 2017, Mike Cannon-Brookes dan Scott Farquhar mendadak menjadi sangat kaya dalam 24 jam. Kekayaan bersih mereka tumbuh USD1,4 miliar dalam 24 jam setelah Atlassian merilis pendapat resmi Q1 perusahaan ke publik.

Pendapatan Atlassian, yang kliennya adalah perusahaan raksasa, seperti Tesla, SpaceX, dan Spotify, tumbuh 42% year on year (yoy). Saham mereka melonjak 25% dalam 24 jam sehingga kekayaan masing-masing bertambah USD700 juta. Pada awal 2017, kekayaan Michael Cannon-Brookes dan Scott Farquhar terus tumbuh, dari USD1,1 miliar menjadi USD4,1 miliar, menjadikan mereka orang terkaya ke-499 dan 500 di dunia.

Atlassian membuat software kolaboratif untuk perusahaan seperti HipChat dan Trello yang terjual hingga USD425 juta tahun lalu. Maka itu, revenue Atlassian pun ikut meroket, diikuti kenaikan saham. Saat ini perusahaan tersebut memiliki 100.000 pelanggan.

Kedua warga asli Australia tersebut pertama bertemu sebagai mahasiswa di Universitas New South Wales. Keduanya sama-sama cerdas dan mendapatkan beasiswa serupa. Selama tahun terakhir kuliah mereka, Cannon-Brookes mengirim email kepada beberapa temannya yang ingin bergabung untuk mendirikan perusahaan. Farquhar adalah satu-satunya orang yang mendaftar.

Setelah lulus, mereka mulai melakukan coding untuk memulai startup. Awalnya hanya dengan memberikan proyek berupa dukungan pihak ketiga untuk perusahaan software di Swedia. Konsep tersebut lantas dikembangkan menjadi Jira, alat pelacak bug yang digunakan untuk pengembang aplikasi. Layanan Jira dijual secara online sehingga perusahaan mereka tetap tumbuh, walau keduanya menjalankan bisnis dari Sydney. Jira akhirnya mendapat traksi hingga berbagai negara.

Lalu, lahirlah Atlassian yang menghasilkan produk seperti Confluence, aplikasi untuk berbagi pengetahuan, dan HipChat, layanan pesan instan untuk perusahaan yang mirip Slack. Selanjutnya, Atlassian banyak berkolaborasi hingga perusahaan terus tumbuh dengan penghasilan tahunan mencapai USD600 juta.

Membeli Rumah Termahal di Australia
Layanan Diakuisisi, Pendiri Atlassian Kaya Mendadak

Mengepalai perusahaan yang sedang naik daun, Scott Farquhar,37, tidak ragu menginvestasikan kekayaannya di bidang properti. Rumah pertamanya dibeli pada 2006, sebuah hunian dengan dua kamar tidur di Pyrmont seharga USD1,41 juta. Kini Farquhar dan istrinya, Kim Jackson, segera pindah ke rumah baru yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal. Rumah itu bernama Elaine di kawasan Point Piper.

Elaine banyak dibicarakan karena menjadi hunian termahal di Australia. Sebuah mansion yang dibangun pada 1863. Pemiliknya adalah pengusaha media dari keluarga Fairfax. Mulanya dibeli Geoffrey Evan Fairfax pada 1891, kemudian dijual John Brehmer Fairfax setelah 126 tahun.

Scott yang mendirikan Atlassian dengan Mike Cannon-Brookes pada 2002 menggunakan utang USD10,000 kini memiliki kekayaan gabungan USD4,6 miliar berkat meroketnya saham Atlassian di bursa saham Amerika. "Kami merasa terhormat bisa membeli properti Elain dari keluarga Fairfax. Sangat disayangkan jika Elain sampai harus dibongkar. Ini bagian dari sejarah Australia," ungkapnya.

Farquhar mengaku sempat hunting rumah selama setahun sebelum menjatuhkan pilihan ke Elaine. Berapa harga yang dibayar Farquhar untuk membeli Elaine tidak dibuka, tetapi diperkirakan mencapai USD75 juta. John Brehmer Fairfax menjual sahamnya senilai 9,7% di Fairfax Media sejumlah USD189 juta pada 2011.

Menurutnya, keputusan untuk menjual rumah sejak 2013 karena tidak ada lagi keluarga Fairfax yang tinggal di properti tersebut selama hampir 20 tahun. Rumah tersebut memiliki pemandangan langsung ke Sydney Harbour. Luas tanahnya mencapai 6986 m2, yang terbilang sangat luas untuk hunian pribadi. Harga yang dibayarkan Farquhar untuk Elaine mengalahkan rekor penjualan rumah pada 2015 ketika pebisnis Australia, Chau Chak Wing, membeli Mansion La Mer senilai USD70 juta dari pasangan James dan Erica Packer yang mengelola bisnis judi Crown.

Kekayaan Farquhar meroket seiring sukses Atlassian di industri startup teknologi dunia. Kini dia tergabung dalam aksi filantropi Pledge 1% bersama CEO Salesforce.com Marc Benioff, di mana startup mendonasikan 1% dari kekayaannya, saham, waktu, dan produknya untuk amal.
(amm)
Berita Terkait
Bahayanya Pakai Software...
Bahayanya Pakai Software Bajakan
Semakin Canggih, PostgreSQL...
Semakin Canggih, PostgreSQL Usik Pasar Software Database Berbayar
Software POS Terintegrasi...
Software POS Terintegrasi dengan Ekosistem Accurate Online
Didukung Database Open...
Didukung Database Open Source Canggih, PostgreSQL 13 Kinerja Lebih Maksimal
10 Kesalahan Sistem...
10 Kesalahan Sistem Komputer Paling Fatal di Dunia, Apa Saja?
Solusi SD-WAN Sanggup...
Solusi SD-WAN Sanggup Hubungkan 5.000 Lokasi di Indonesia
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
1 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
4 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
12 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
13 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
17 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
17 jam yang lalu
Infografis
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved