Fenomena Gerhana Bulan Total Patahkan Dongeng Bumi Datar

Selasa, 30 Januari 2018 - 11:35 WIB
Fenomena Gerhana Bulan...
Fenomena Gerhana Bulan Total Patahkan Dongeng Bumi Datar
A A A
JAKARTA - Berdasarkan perhitungan astronomis, Rabu (31/1/2018), seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati fenomena gerhana bulan total (GBT). Proses gerhana bulan total tersebut dimulai pukul 17.51-23.08 WIB.

Sehubungan dengan fenomena alam itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, belum lama ini membuat sebuah postingan berbau "kritik". Melalui blog pribadinya yang diunggah pada 28 Januari 2018, Djamaluddin menuliskan bila gerhana bulan total merupakan bukti bahwa bumi itu bulat.

"Gerhana bulan, seperti yang terjadi pada 31 Januari 2018, membuktikan bahwa bumi bulat. Bayangan gelap yang jatuh pada purnama adalah bayangan bumi," ungkapnya dalam blog.

Lebih jauh dikatakan, bayangan gelap pada proses gerhana berbentuk melengkung yang mengindikasikan bulatnya bumi. Skematik astronomis menjelaskan kejadian gerhana bulan terjadi akibat bulan memasuki bayangan bumi. Bayangan bumi terjadi karena cahaya matahari terhalang oleh bumi.

Masih dalam blog-nya, dia menuturkan, kejadian gerhana juga bisa diprakirakan dengan baik waktu dan prosesnya. Hal itu didasarkan pada model saintifik sistem bumi-bulan-matahari.

Bulan mengitari bumi. Bumi bersama bulan mengitari matahari. Cahaya purnama disebabkan oleh pantulan cahaya matahari. Namun pada saat tertentu, bulan memasuki bayangan bumi ketika matahari-bumi-bulan dalam posisi segaris. "Saat itulah terjadinya gerhana yang bisa kita amati," jelasnya.

Djamaluddin pun menegaskan, para penggemar dongeng bumi datar tidak bisa menjelaskan fenomena gerhana bulan secara logis. Waktu kejadian gerhana dan prosesnya tidak bisa mereka jelaskan lantaran dongeng bumi datar tidak menggunakan sains.

Walau mereka mengklaim melakukan kegiatan yang mereka sebut “penelitian”. "Kejadian gerhana bulan adalah pukulan telak yang membantah dongeng bumi datar," pungkasnya.
(mim)
Berita Terkait
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Begini Cara Kemendiktisaintek...
Begini Cara Kemendiktisaintek Membumikan Sains dan Teknologi kepada Masyarakat
Inspirasi Teknologi...
Inspirasi Teknologi Agraria untuk Petani Muda Indonesia
Inovasi Teknologi Kanker...
Inovasi Teknologi Kanker Bermunculan, APBCS 2024 Digelar
Beton Kuat dan Ramah...
Beton Kuat dan Ramah Lingkungan Cetakan Printer 3D
5 Teknologi Kuno yang...
5 Teknologi Kuno yang Bikin Ilmuwan Melongo
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved