Penjahat Siber Mulai Sasar Game Online dan Layanan Keuangan Baru

Sabtu, 11 November 2017 - 11:04 WIB
Penjahat Siber Mulai...
Penjahat Siber Mulai Sasar Game Online dan Layanan Keuangan Baru
A A A
JAKARTA - Kaspersky Lab baru saja menerbitkan laporan DDoS Intelligence untuk kuartal ketiga 2017. Selain mengamati perkembangan tren di periode pelaporan sebelumnya seperti botnet, Q3 juga menunjukkan peningkatan jumlah negara dengan banyak organisasi di negara tersebut yang menjadi target serangan, serta meningkatnya jumlah serangan terhadap gim online dan layanan keuangan baru.

Menurut para ahli Kaspersky Lab, DDoS telah menyerang organisasi di 98 negara pada kuartal ketiga, sedangkan geografi serangan hanya sampai 86 negara pada periode pelaporan sebelumnya. Dimana terdapat perubahan pada 10 negara teratas dalam hal jumlah target: Rusia naik dari posisi tujuh ke empat, sementara Perancis dan Jerman menggantikan Australia dan Italia.

Sementara itu, 10 negara yang paling populer untuk menjadi host dari botnet command servers pada kuartal ini yaitu Italia dan Inggris, menggantikan Kanada dan Jerman. Dalam kedua kasus tersebut, Cina, Korea Selatan dan Amerika Serikat, sebagai negara yang paling populer sebagai host untuk data center termurah, terus menduduki peringkat teratas.

"Hiburan dan layanan keuangan bisnis yang sangat bergantung pada ketersediaan yang konstan kepada pengguna selalu menjadi target favorit untuk serangan DDoS. Bagi mereka, downtime yang disebabkan oleh serangan dapat mengakibatkan tidak hanya kerugian finansial yang signifikan, tetapi juga risiko reputasi yang dapat mengakibatkan perpindahan pelanggan ke pesaing. Tidak mengherankan bila layanan gim online dengan omset ratusan juta menarik perhatian penjahat siber dan situs jenis keuangan baru juga terus diserang," ujar Kirill Ilganaev, Head of Kaspersky DDoS Protection di Kaspersky Lab dalam keterangan resminya, Jumat (10/11/2017).

Yang menarik adalah beragam korban serangan DDoS selama periode pelaporan. Secara khusus, banyak layanan gim online, seperti Final Fantasy, Blizzard Entertainment, American Cardroom dan UK National Lottery yang terpengaruh. Para ahli Kaspersky Lab mencatat adanya peningkatan jumlah serangan DDoS yang menargetkan platform yang melakukan penawaran koin awal (initial coin offering / ICOs) penawaran awal token dengan menggunakan teknologi blockchain. Serangan DDoS semacam itu ditujukan untuk mendiskreditkan layanan ini atau, yang lebih buruk lagi, berfungsi sebagai manuver yang dipakai untuk mengganggu selama aksi pencurian sebenarnya berjalan.
(wbs)
Berita Terkait
Pakai OS Kaspersky,...
Pakai OS Kaspersky, Rusia Siapkan Ponsel yang Tak Bisa Diretas
Kaspersky: 2021, Masyarakat...
Kaspersky: 2021, Masyarakat Kian Anggap Penting Privasi Data
Melindungi Pahlawan...
Melindungi Pahlawan Jalanan: Telkomsel, Kaspersky, dan Gojek Bersatu Padu Hadirkan Paket Swadaya Aman
Ransomware: Ancaman...
Ransomware: Ancaman Nyata di 2025, Bagaimana Organisasi di Indonesia Melindungi Diri?
5 Cara Mencegah Serangan...
5 Cara Mencegah Serangan Pencurian Data Pribadi atau Phising
Waspada Ransomware!...
Waspada Ransomware! 8 Tips Cegah Serangan Siber Paling Berbahaya di Dunia
Berita Terkini
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
1 jam yang lalu
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
KTT AI Bergengsi Silicon...
KTT AI Bergengsi Silicon Valley, Industri Kecerdasan Buatan Memasuki Tahap Baru
5 jam yang lalu
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
5 jam yang lalu
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
23 jam yang lalu
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
1 hari yang lalu
Infografis
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Baru Keir Starmer Mulai Bertugas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved