Pemerintah Masih Fokus Tiga Isu Utama Internet of Things

Senin, 16 Oktober 2017 - 17:04 WIB
Pemerintah Masih Fokus...
Pemerintah Masih Fokus Tiga Isu Utama Internet of Things
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengatakan, kementerian masih memantau perkembangan teknologi internet of things (IoT) di Indonesia.

Hal ini dilakukan guna melihat regulasi apa yang nantinya bisa diterapkan di Tanah Air. Karena pemerintah tidak mau salah langkah ataupun terburu-buru dalam menetapkan regulasi terkait IoT.

Oleh karena itu, lanjut Ismail, pihaknya masih fokus terhadap tiga isu IoT yang sedang berkembang. "Tahap awal kami fokus tiga isu itu, yaitu frekuensi, standar, dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)," ucap Ismail dalam seminar Indonesia Technology Forum di Balai Kartini, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Dirinya menjelaskan, frekuensi itu tidak bisa coba-coba. Ini harus diutamakan karena biar bagaimanapun frekuensi itu untuk kebutuhan IoT tersebar dibanyak tempat.

Selain itu, harus dilihat juga apakah teknologi IoT itu wajib di adopsi semuanya. "Kami pernah adopsi semua pada operator, tapi akhirnya sepeti ini. Terlalu banyak operator dan frekuensinya akhirnya kecil-kecil," ungkapnya.

Sedangkan kalau standarnya akan lebih diarahkan kepada device-perangkatnya. "Jadi kami berharap standar ini dapat mendukung yang ketiga, yaitu TKDN," tukasnya.

Bagaimana dengan respons operator terhadap IoT? Budiharto, Group Head Business Product Indosat Ooredoo dalam seminar tersebut mengutarakan, perlunya persiapan yang baik guna menerapkan teknologi IoT di Indonesia. "Tentu butuh infrastruktur yang memadai. Sebetulnya tidak perlu 5G, 4G saja sudah cukup kalau untuk perangkat-perangkat IoT yang ringan. Jadi kembali lagi ke infrastruktur," kata Budiharto.

Dia berpendapat, teknologi IoT lambat laun akan terus merambah berbagai negara. Bahkan diprediksi akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

"Sejumlah riset menunjukkan memang IoT akan menjadi salah satu layanan yang akan tumbuh secara eksponensial seiring semakin merebaknya machine to machine communication dan artificial intelligence atau kecerdasan buatan, serta aplikasi. Jadi peran perusahaan telekomunikasi sangat penting sebagai enabler utama dalam ekosistem IOT," tutupnya.
(mim)
Berita Terkait
KPPU: Harga Layanan...
KPPU: Harga Layanan Telekomunikasi Sudah Sesuai Persaingan Usaha Sehat
Jawab Kebutuhan Masyarakat...
Jawab Kebutuhan Masyarakat di Masa Pandemi, Kominfo Terus Dorong Transformasi Digital
Netizen Apresiasi BAKTI...
Netizen Apresiasi BAKTI Buat Indonesia Terkoneksi
Kewajiban Kerja Sama...
Kewajiban Kerja Sama OTT Datangkan Investasi di Indonesia
Dua Tahun Lagi, Seluruh...
Dua Tahun Lagi, Seluruh Desa Terkoneksi Jaringan 4G
Pemulihan Ekonomi RI...
Pemulihan Ekonomi RI Butuh Pengembangan Ekosistem Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
38 menit yang lalu
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
15 jam yang lalu
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
17 jam yang lalu
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
22 jam yang lalu
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
23 jam yang lalu
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
1 hari yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved