IoT Jadi Sasaran Empuk Kejahatan Siber

Selasa, 26 September 2017 - 10:01 WIB
IoT Jadi Sasaran Empuk...
IoT Jadi Sasaran Empuk Kejahatan Siber
A A A
JAKARTA - Perangkat pintar - seperti smartwatch, smart TV, router, dan kamera - saling terhubung satu sama lain sehingga menciptakan fenomena Internet of Things (IoT) yang terus berkembang, jaringan perangkat yang dilengkapi dengan teknologi di dalamnya memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi satu sama lain ataupun dengan lingkungan di luar. Karena banyaknya jumlah dan macam perangkat yang ada, IoT telah menjadi sasaran yang menarik bagi penjahat siber.

Para ahli Kaspersky Lab telah melakukan penelitian terhadap malware IoT untuk memeriksa seberapa serius risiko yang ditimbulkan. Mereka menyiapkan honeypots atau jaringan buatan, yang mensimulasikan jaringan perangkat IoT yang berbeda-beda (router, kamera yang terhubung) untuk mengamati malware yang mencoba menyerang perangkat virtual mereka. Tanpa perlu menunggu lama, serangan dengan menggunakan sampel berbahaya yang telah diketahui dan yang sebelumnya tidak diketahui dimulai segera setelah honeypot dipasang.

"Masalah keamanan perangkat pintar sangat serius, dan menjadi hal yang harus kita waspadai. Tahun lalu menunjukkan bahwa tidak mungkin menargetkan perangkat yang terkoneksi, namun saat ini hal tersebut telah menjadi ancaman yang sangat nyata. Kami melihat adanya peningkatan besar dalam sampel malware IoT, namun potensinya lebih besar lagi," kata Vladimir Kuskov, security expert, Kaspersky Lab, melalui keterangan resminya, Senin (25/9/2017).

Sebagian besar serangan yang dicatat oleh para ahli Kaspersky Lab menargetkan perekam video digital atau kamera IP (63%), dan 20% serangan terjadi terhadap jaringan perangkat, termasuk router, dan modem DSL, dll. Sekitar 1% target adalah perangkat yang paling umum, seperti printer dan perangkat rumah pintar.

Cina (17%), Vietnam (15%), dan Rusia (8%) tercatat sebagai 3 negara teratas target serangan malware ke perangkat IoT, masing-masing menunjukan sejumlah besar mesin yang terinfeksi. Kemudian diikuti oleh Brasil, Turki dan Taiwan sebesar 7%.

Selama percobaan ini berlangsung, para ahli telah mengumpulkan lebih dari 7.000 sampel malware yang dirancang khusus untuk meretas perangkat yang terkoneksi.

"IoT rapuh dan rentan menghadapi kejahatan siber. Sebagian besar perangkat pintar menjalankan sistem operasi berbasis Linux, yang mempermudah serangan karena para penjahat siber dapat dengan mudah menulis kode berbahaya yang umum dan langsung menargetkan sejumlah besar perangkat secara bersamaan," terang Kuskov.
(wbs)
Berita Terkait
Tangkal Hackers, DANA...
Tangkal Hackers, DANA Perbarui Sertifikasi PCI-DSS
Jelang Pilpres, Hackers...
Jelang Pilpres, Hackers Serang Amerika Serikat Habis-habisan
Amerika Peringatkan...
Amerika Peringatkan agar Tidak Pekerjakan Hackers Korea Utara
Nah Loh, Hackers Mulai...
Nah Loh, Hackers Mulai Cari Cuan dengan Retas SPKLU Mobil Listrik
Bahaya, Hackers Mulai...
Bahaya, Hackers Mulai Coba Bobol Dompet Virtual Pemilik Crypto
Kelompok Hacker Dukungan...
Kelompok Hacker Dukungan Iran Dituduh Targetkan Sektor-sektor Penting di AS
Berita Terkini
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
21 jam yang lalu
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
1 hari yang lalu
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
1 hari yang lalu
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
1 hari yang lalu
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
1 hari yang lalu
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
2 hari yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved