Petinggi Perusahaan Teknologi Kecam Kebijakan Trump

Jum'at, 08 September 2017 - 14:35 WIB
Petinggi Perusahaan...
Petinggi Perusahaan Teknologi Kecam Kebijakan Trump
A A A
JAKARTA - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan beberapa CEO perusahaan teknologi lainnya mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mempertahankan salah satu program imigran bernama Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA). Mereka menolak penghapusan kebijakan tersebut.

"Jika kita tidak bertindak sekarang mempertahankan DACA, sebanyak 780 ribu anak muda pekerja keras akan kehilangan kemampuan mereka untuk bekerja secara legal di negara ini. Dan, setiap satu orang dari mereka berisiko segera dideportasi," demikian bunyi peryataan terbuka mereka, seperti dikutip dari Fox News, Jumat (8/9/2017).

Dalam hal ini, DACA sendiri merupakan program yang memungkinkan anak-anak muda imigran yang tidak berdokumen menunda deportasi mereka. Rencananya program ini akan segera dihapus oleh Trump.

Di mana program yang dimulai sejak pemerintahan Barack Obama pada 2012 ini membolehkan siapapun berusia di bawah 16 tahun yang datang ke AS menunda deportasi dan mendapatkan izin bekerja, di bawah sejumlah kondisi. Berakhir setiap dua tahun sekali, program ini pun perlu diperbarui.

Selain itu, para petinggi bisnis ini mengingatkan bila akan terjadi dampak ekonomi yang besar bila program tersebut dihapus. Semua penerima program DACA tumbuh dan terdaftar di pemerintahan AS, melewati pengecekan background yang panjang, taat aturan dan rajin membayar pajak penghasilan mereka.

"Lebih dari 97% bersekolah dan bekerja, 5% memulai bisnis dan 65% membeli kendaraan, serta 16% membeli rumah pertama mereka di sini. Setidaknya 72% dari Top 25 Fortune 500 Companies memiliki karyawan yang menerima program DACA," tulisnya.

Selain Zuckerberg, petinggi perusahaan lainnya yang ikut menandatangani surat ini adalah CEO Amazon Jeff Bezos, CEO interim Pandora Naveen Chopra, CEO Twitter Jack Dorsey, CEO Snap Evan Spiegel, CEO Netflix Reed Hastings, CEO Apple Tim Cook, bos Electronic Arts Jacob Schatz, dan bos Univision Randy Falco.
(dmd)
Berita Terkait
Gerakan Toko BERSAMA...
Gerakan Toko BERSAMA Ajak UMKM Manfaatkan Teknologi Digital
6 Raksasa Teknologi...
6 Raksasa Teknologi yang Sedang Membangun Metaverse, Siapa Saja?
Cara Menghapus Semua...
Cara Menghapus Semua Postingan di Facebook dengan Mudah
Gara-gara Cookie, Google...
Gara-gara Cookie, Google dan Facebook Kena Denda Rp3,4 Triliun di Prancis
Dianggap Merusak Kualitas...
Dianggap Merusak Kualitas Konten, Threads Siap Basmi Masalah Umpan Interaksi
Facebook vs Australia,...
Facebook vs Australia, AMSI: Ini soal Hubungan Tidak Fair Perusahaan Teknologi dan Media
Berita Terkini
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
7 jam yang lalu
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
13 jam yang lalu
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
14 jam yang lalu
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
1 hari yang lalu
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
1 hari yang lalu
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
1 hari yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved